PLN Kembali Berikan Janji Palsu

Oleh: Ramen Antonov Purba.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), janji merupakan ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Dengan kata lain, apabila kita sudah berjanji maka kita akan menyanggupi dan menepati apa yang telah dikatakan atau yang telah disetujui dan dijanjikan.

Begitu sakral arti janji sehingga ketika melakukan dan mengucapkannya, seseorang atau organisasi dan sejenisnya pasti berusaha untuk menenuhinya. Tetapi akhir-akhir ini masyarakat merasakan kecewa yang berlebih karena ada yang tidak menepati janjinya. Pemadaman bergilir empat hari terakhir di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara menjadi perbincangan hangat di tengah – tengah masyarakat. Harapan – harapan dan janji – janji manis yang diberikan kepada masyarakat ternyata tanpa tindakan nyata dan bukti. Semuanya hanya sebatas manis dimulut untuk menenangkan masyarakat.

PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang merupakan pemegang tunggal sistem kelistrikan di Indonesia hanya bisa terus berjanji tanpa berpikir serius untuk menepatinya. Entah berapa banyak kerugian secara ekonomis yang dialami oleh masyarakat akibat dari pemadaman listrik yang terus berlanjut.

Selain itu, terkadang masyarakat lebih dikecewakan lagi karena langkah pemadaman tidak disertai dengan pemberian informasi kepada masyarakat. Muncul pertanyaan, Apakah karena PLN merupakan penguasa tunggal energi kelistrikan di Indonesia sehingga mereka bisa dengan semena-mena melakukan aksi memadamkan seenaknya?. Jangan hendaknya pemikiran masyarakat yang negatif terkait dengan kinerja PLN saat ini dijawab dengan pelayanan yang kurang baik juga dari pihak PLN. Kebutuhan akan listrik merupakan kebutuhan yang utama dari masyarakat saat ini. Jika kondisi ini terus menerus terjadi, maka masyarakat tentunya akan semakin susah.

Selesaikan Penyebab Pemadaman

Kita mengerti dan bisa melihat bahwa selama ini PLN berusaha untuk memperbaiki kualitas layanannya. Terlihat dengan pengadaan peralatan-peralatan yang canggih untuk mendukung tujuan tersebut. Tetapi hendaknya peralatan yang dibeli memang benar-benar yang memiliki kualitas yang baik dan tentunya dioperasikan juga oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berkualitas.

Berdasarkan informasi yang beredar dikatakan penyebab utama pemadaman, bukan karena defisit pasokan energi listrik. Tetapi adanya gangguan “current transformer”. Gangguan ini ternyata berdampak sistemik terhadap sejumlah mesin pembangkit listrik lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya Aceh sebesar 100 Megawatt (MW), PLTU Pangkalan Susu Unit 1 dan 2 sebesar 400 MW, dan PLTU GT 2.2 Unit 3 Belawan sebesar 30 MW.

Baca Juga :  Nurdin dan Politisasi PSSI

Kondisi kerusakan ini tentunya kedepannya jangan terjadi lagi. Biasanya keadaan pemadaman bergilir terjadi karena adanya defisit energi pasokan, kini defisit teratasi malah alatnya yang bermasalah. Oleh karenanya PLN juga disarankan untuk memilih alat-alat yang baik dan monitoring kontrol untuk alat-alat tersebut juga baik. Tujuannya adalah agar gangguan-gangguan yang meresahkan jangan terlalu sering terjadi.

Selain itu, upaya-upaya memajukan tentunya harus terus dilakukan. Pemerintah terkhusus PLN harus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pasokan energi listrik. Tahapan pembangunan unit 4 PLTU Pangkalan Susu berkapasitas 2 x 200 MW harus segera dipercepat. Demikian juga dengan pembangunan Pembangkit Paya Pasir Belawan 100 MW (2016), Pembangkit Langsa kapasitas 250 MW (2017), PLTA Asahan III berkapasitas 2 x 87 MW (2018), serta investasi swasta di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla Taput berkapasitas 300 MW, PLTA Asahan IV berkapasitas 3 x 30 MW dan PLTU Hamparan Perak sebesar 2 x 150MW juga harus serius dilaksanakan.

Berikan Kenyamanan

PLN sering menuntut masyarakat untuk segera memenuhi kewajibannya terkait dengan pembayaran iuran bulanan penggunaan listrik. Bahkan PLN langsung memberikan sanksi pemutusan apabila ada konsumen yang terlambat melakukan pembayaran dalam beberapa periode tertentu.

Tentunya PLN harus mampu menjawab langkah tuntutan terhadap masyarakat ini dengan layanan yang baik dan menyamankan masyarakat. Kita mengapresiasi langkah PLN yang mendisiplinkan konsumennya, demikian juga kita mengapreasiasi langkah PLN untuk memperbaiki pelayanannya. Tetapi masyarakat tentunya ingin aksi nyata yang secepatnya diimplementasikan. Bukan hanya sebatas teori yang ujung-ujungnya mengambang dan urung untuk dilakukan. PLN memang satu-satunya penyedia jasa layanan energi listrik di tanah air, tetapi bukan berarti PLN bisa sesukanya dan semena-mena.

Kenyamanan merupakan harga mati yang harus diberikan masyarakat terkait dengan layanan yang dimiliki oleh PLN. Dalam Hak konsumen yang dipublikasikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dikatakan, “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa” merupakan kewajiban oleh produsen untuk memenuhinya.

Baca Juga :  DEMOKRASI (bag-5): Pelajaran Dari Tirai Bambu

Selain itu dikatakan konsumen juga memiliki “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”. Hendaknya PLN mampu untuk menjawab kewajibannya ini dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jangan hanya memberikan janji manis dan meredakan sesaat, tetapi beberapa saat kemudian berulang kembali.

Masyarakat akan terus menuntut agar PLN dapat memberikan layanan yang maksimal dan berkualitas. Masyarakat juga sudah pasti tidak menginginkan adanya pemadaman-pemadaman lagi kedepannya. Realisasi percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung layanan agar lebih baik tentunya selalu didukung oleh masyarakat.

Karenanya PLN selaku pemegang kuasa utama atas ketersediaan listrik di negara ini khususnya di provinsi Sumatera Utara dituntut untuk menjawab dukungan masyarakat dengan pelayanan yang baik dan berkualitas. Komitmen masyarakat menyelesaikan kewajibannya tepat waktu tentunya harus dijawab oleh PLN juga dengan komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Kita berharapan kedepannya PLN akan memperbaiki kualitas pelayanannya sehingga dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Kita juga berharap kedepannya tidak akan terjadi lagi pemadaman dan kegelapan hanya gara-gara masalah teknis yang seharusnya tidak perlu terjadi. Semoga. ***


*) Penulis staf Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Politeknik Unggul LP3M Medan.
Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*