PLN Kembali Sewa PLTD untuk Sumut

JAKARTA – PT PLN (Persero) akan melakukan pengoptimalan penyewaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Ini dilakukan untuk menangani krisis listrik yang menimpa di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

“Yang akan dilakukan terkait PLTD sewa adalah pengoperasian PLTD yang disewa akhir tahun lalu namun realisasinya tertunda,” ucap Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto di Kantor PLN Pusat, Jakarta, hari ini.

Menurut Bambang, nantinya pengoperasian PLTD sewaan bertahap mulai April-Juni 2014. Dia menambahkan, pengoptimalan PLTD sewaan ini sebagai upaya untuk mengatasi krisis listrik di wilayah Sumbagut.

Pasalnya, beberapa pembangkit listrik yang sedang diperbaiki belum dapat beroperasi penuh. Sebut saja, PLTGU Belawan, PLTU Nagan Raya di Aceh dan PLTU Pangkalan Susu.

“Untuk Belawan, memang harusnya selesai minggu kemarin. Tapi ada kendala teknis aja, rencananya minggu ini, meleset hitungan hari lah yang Belawan, karena adjustment control, valve balancing, burmer finishing Insulation, mungkin Jumat ini siap,” kata Bambang.

Sementara untuk PLTU Pangkalan Susu sendiri, kata Bambang ada kendala pembebasan lahan untuk satu tower transmisi, sedangkan untuk pembangkit sudah hampir 100 persen rampung.

“Itu I tower menunda semuanya. Infrastruktur itu bukan hanya pembangkit, kita bangun pembangkit tapi enggak bisa disalurkan (listriknya) percuma,” tegasnya.

Menurut Bambang, untuk menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan dilakukan pendekatan kepada masyarakat. Kemudian untuk PLTU Nagan Raya memasuki tahap pengetesan (commsioning).

Baca Juga :  7 Kecamatan di Karo Diselimuti Abu

“Nagan Raya lagi commisioing, Akhir tahun lalu sudah produksi listrik. Tapi namanya pemeliharaan pasti menemukan kerusakan lagi kita cek lagi. Lagi masa pengecekan. Kalau Belawan rampung, masuk bisa 150 MW. Nagan Raya 100 MW,” pungkasnya

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*