Plt Bupati Tinjau Rambin Rusak – Warga Pinangsori Kesulitan Angkut Hasil Perkebunan

(Analisa/yudi arisandi nasution) RAMBIN RUSAK: Plt Bupati Tapteng Sukran J Tanjung saat meninjau langsung kondisi rambin tepat di Desa Parjalihotan Baru yang rusak parah, Rabu (18/11) kemarin.

Pinangsori, Warga Desa Parjalihotan Baru, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah resahkan kondisi lantai jembatan rambin alami pelapukan hingga kondisinya rusak parah, sejak setahun belakangan ini. Akibatnya, hasil bumi dari ratusan hektar lahan perkebunan kelapa sawit maupun karet dari daerah itu kesulitan untuk diangkut dan dipasarkan.

Rambin yang kini sudah rusak parah itu merupakan satu-satunya akses penghubung kawasan perkebunan dan pertanian ke pemukiman penduduk menuju perkotaan.

Keluhan itu disampaikan warga kepada Camat Pinangsori, Drs Sunardi didampingi Kades Parjalihotan Baru, Noafata Harefa dihadapan Plt Bupati Tapteng, H Sukran J Tanjung yang datang khusus meninjau langsung kondisi rambin yang akhir-akhir ini kerap dikeluhkan warga setempat.

“Rambin sepanjang kurang lebih 100 meter ini merupakan akses jalan penghubung satu-satunya bagi masyarakat Parjalihotan Baru. Rambin ini juga merupakan akses utama dan satu-satunya untuk mengangkut hasil produksi perkebunan sawit warga yang luasnya mencapai 200-an hektar, ditambah 100 hektar lahan perkebunan karet. Makanyam, sejak rambin ini rusak setahun lalu, petani sawit, karet maupun warga disini merasa sangat kesulitan,” keluh Sunaryo mewakili warga Parjalihitan Baru, Pinangsori saat ditemui Plt Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung, Rabu (18/11) kemarin di Pinangsori.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Didesak Segera Benahi Layanan Publik

Dikatakan, rusaknya rambin, masyarakat setempat terpaksa mengangkut hasil perkebunan melalui jalur sungai, yakni menggunakan perahu dayung. Namun, karena perahu ukuran sangat kecil, pengangkutan hasil produksi tersebut memakan waktu cukup lama.

“Padahal selama rambin ini bagus, warga dan petani masih bisa mengangkut hasil perkebunannya dengan mobil pick up dengan muatan terbatas atau dengan menggunakan betor. Tapi sekarang, masyarakat terpaksa mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dengan perahu yang muatannya sangat terbatas, itupun jika kondisi sungai normal, tidak sedang mengalami air bah di saat penghujan,” ungkapnya.

Tak hanya untuk mengangkut hasil produksi, timpal Kades Parjalihotan Baru lagi, untuk akses lalu lalang wargapun saat ini rambin hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, sementara sebelumnya kendaraan roda dua, roda 3 dan roda empat pribadi milik warga maupun tamu yang berkunjung, dapat melintasi jembatan tadi.

“Untuk itulah kami bersama 400 Kepala Keluarga dan pengusaha pemilik perkebunan disini sangat berharap kepada Pemkab Tapteng untuk secepatnya memperbaiki bangunan jembatan rambin ini, supaya kami dapat lebih nyaman untuk pulang pergi mengangkut hasil perkebunan,” ujar Kades Noafata.

Di kesempatan itu, Plt Bupati Tapteng, H Sukran J Tanjung didampingi Asisten III, Drs Herman Suwito, Kadis Pekerjaan Umum, Ir Harmi P Marpaung, serta Danramil Pinangsori berjanji untuk segera memperbaiki jembatan rambin yang menurutnya memang sudah rusak parah.

Baca Juga :  Lagi, KPK Didesak Tahan Syamsul

“Saya baru tahu kondisi ini dari media dan keluhan yang disampaikan warga, makanya saya langsung datang untuk mencek. Ternyata memang kondisi rambin sudah sangat parah dan pastinya menjadi kendala bagi warga dan petani perkebunan yang ada di daerah ini. Saya berjanji secepatnya akan segera untuk memperbaiki sementara lantai rambin yang sudah berlubang, sebelum pembangunannya kita maksimalkan pada tahun anggaran mendatang. Apalagi dalam waktu dekat kita akan membahas Rancangan APBD 2016, perbaikan jembatan ini pasti akan kita tamping anggarannya,” tukasnya. (yan)


(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*