Plt Gubernur Sumut: Pilkada Kota Medan Aman tapi Sepi

MEDAN – Plt Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi memantau langsung pemungutan suara Pilkada Kota Medan.

Pemantauan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sumut, di antaranya Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk Pusung, Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino, Kejati Sumut M Yusni, dan Danlantamal I Laksamana TNI Yudo Margono, dan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan.

Setelah memantau tiga TPS, yakni TPS 12, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor; TPS 9 di Kompleks Rumah Susun (Rusun) Kelurahan Suka Ramai 2, Kecamatan Medan Area; dan TPS 5 di Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah di Jalan Taruma, Kampung Madras, Erry bersama Forkompinda, KPU, dan Bawaslu, melaporkan pelaksanaan pilkada serentak kepada Desk Pilkada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui teleconfrence di lantai VI Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan.

Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan penyelenggaraan pilkada serentak berjalan lancar.

“Kami sudah melakukan pemantauan, Alhamdulillah situasi aman dan kondusif, walaupun tingkat partisipasi relatif berkurang,” ujar Erry, Rabu (9/12/2015).

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino menjelaskan dalam mengamankan pilkada, Polda mengerahkan personel ke Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar guna mengantisipasi konflik di dua daerah yang mengalami pendundaan tersebut.

“Karena dari awal sudah terjadi kegiatan unjuk rasa, maka untuk dua daerah itu kami pertebal pengamanannya dengan mengerahkan personel Polri dan TNI,” ujar Ngadino.

Baca Juga :  Heli hilang kontak di Sumut milik PT Penerbangan Angkasa Semesta

Ia menambahkan, sempat terjadi pemaksaan masuk ke kantor KPU Kabupaten Simalungun oleh sekelompok orang. Polda telah menyiagakan 1.135 personel Polri dan TNI.

“Namun saat ini situasi masih tertib, Kondisi keamanan di dua Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar masih aman dan kondusif,” kata dia.


Akbar Dongoran
Jurnalis
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*