Plt. Gubsu : Becak Sidimpuan Unik Dan Bersejarah

Plt. Gubsu, H. Gatot Pudjo Nugroho ST, mengendarai becak Vespa dari Mess Pemprovsu di Jalan Kenanga, untuk bersilaturahmi dengan warga dan pelaku ekonomi di pusat pasar Kota Padangsidimpuan, Minggu (10/2). ( Repro/WSP/Sukri Falah Harahap).

P.SIDIMPUAN ( Berita ): Plt. Gubernur Sumatera Utara, H. Gatot Pudjo Nugroho ST, menyebut becak bermotor di Kota Padangsidimpuan merupakan salah satu angkutan umum manusia yang unik dan bersejarah. Karena itu becak Sidimpuan harus tetap dipertahankan ciri khas dan bentuknya.

“Mungkin di Sumut dan se Sumatera, hanya di kota ini becak bermotor pengangkut orang ditarik oleh Vespa. Becak ini bersejarah, karena bagian bak atau body saja yang baru, sedangkan Vespanya rata-rata buatan 30 sampai 45 tahun yang lalu,” kata Plt. Gubsu.

Ketika langsung mengemudikan becak dari Mes Pemprovsu di Jalan Kenanga, Kel. Ujung Padang, Kec. Sidimpuan Selatan, ke Pusat Pasar Padangsidimpuan, Minggu (10/2), Gatot tampak begitu hati-hati dan ‘meresapi’ betul bagaimana jadi seorang abang becak.

Pantauan Waspada sepanjang jalan Plt. Gubsu menyapa seluruh masyarakat dengan ciri khas senyumnya. Masyarakatpun tampak antusias melihat pemimpinnya berkonvoi dengan para abang becak lainnya. “Gubernur becak,” kata Fahmi, warga Jalan Kenanga.

Setibanya di pusat pasara Padangsidimpuan, Plt. Gubsu memarkirkan becaknya tepat di samping Masjid Pasar Raya Sangkumpal Bonang. Kemudian menyapa warga, abang becak, dan pedagang kak lima di sepanjang jalan Patrice Lumumba I, hingga akhirnya singgah makan sate di warung Sate Rajawali Nauli.

Baca Juga :  Penyaluran CSR di Palas Dinilai Belum Sesuai Aturan

Kerumunan warga tampak memadati trotoar tempat pedagang kaki lima berjualan. Mereka bersalaman dan bertegur sapa dengan Gatot Pudjo Nugroho. Bahkan sebagian pedagang tampak berkeluh kesah tentang kondisi kehidupan mereka dan tempat mereka mencari nafkah sehari-hari.

Setelah makan sate dan bersilaturahmi dengan warga, Plt. Gubsu kembali ke Mess Pemprovsu. Kali ini bukan dia lagi yang mengemudikannya, tetapi menjadi seorang penumpang becak Sidimpuan. “Hari ini saya sudah mengalami bagaimana menjadi abang becak dan menjadi sewa becak Sidimpuan. Tapi inti dari perjalanan saya ini adalah bertatap muka secara langsung dengan masyarakat di pusat pasar Kota Padangsidimpuan,” ujarnya.

Dijelaskan, kunjungan silaturahmi dengan masyarakat ini tidak ada kaitan atau hubungannya dengan pencalonannya di Pilgubsu, tapi murni silaturahmi warga dengan pemimpinnya. Dibuktikan dari sejak awal tidak ada embel-embel atau poster Pilgubsu yang dibawa atau ditunjukkannya.

“Paling berkesan bagi saya adalah becak Sidimpuan ini. Karena sejak lama saya ingin merasakan bagaimana mengendarainya dan bagaimana pula menjadi sewanya. Saya kagum dengan perjuangan para abang becak yang bergantung hidup dari becak Vespa ini,” ujar Plt. Gubsu.

Sekali lagi kepada para abang becak dan pemerintah daerah, Plt. Gubsu meminta agar ciri khas becak Sidimpuan ini harus dipertahankan. Karena merupakan salah satu potensi daerah yang unik dan menyimpan sejarah perjalanan daerah. Bahkan kalau bias dijadikan salah satu potensi atau pendukung pariwisata di kota tersebut. (WSP/a27)

Baca Juga :  Pembukaan Ring Road Sipirok Tetap Butuh Dukungan Warga

Beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*