Plt Gubsu Lantik Ali Sutan Harahap Jadi Bupati Defenitif

Sibuhuan, (Analisa). Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Gatot Pudjonugroho ST atas nama Mendagri resmi melantik Ali Sutan Harahap (TSO) sebagai bupati defenitif Kabupaten Padang Lawas (Palas) di ruang rapat paripurna DPRD Palas, melalui rapat paripurna istimewa yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Palas H Syahwil Nasution, Jumat (23/11).

Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya menyampaikan pengesahan dan pelantikan H. TSO sebagai Bupati Palas definitif merupakan tuntutan konstitusi dalam menjalankan perintah dari pemerintah pusat, sesuai surat keputusan Mendagri No:131.12-757 Tahun 2012 tanggal 29 Oktober 2012, tentang pengesahan dan pengangkatan Wakil Bupati Palas menjadi Bupati Defenitif.

Gubsu juga menyampaikan bahwa jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Bupati Palas dilangsungkan, Senin (12/11) lalu, namun karena sesuatu hal ditunda dan dilaksanakan hari ini.

Dijelaskan Gubsu, prosesi pelantikan H TSO merupakan tindak lanjut keputusan Mendagri tentang pengesahan Wakil Bupati sebagai Bupati Palas, dalam menjalankan pemerintahan dan percepatan pembangunan yang merupakan salah satu tujuan pemekaran kabupaten Palas.

“Karena itu diminta kepada bupati agar melakukan konsolidasi, baik di jajaran pemerintahan maupun di kalangan masyarakat Palas. Apalagi melihat situasi perbedaan pendapat dan pro-kontra yang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Gubsu.

Namun dengan kearifan dan ketulusan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan akan dapat memelihara kekondusifan, sehingga akan mampu mengejar ketertinggalan, melaksanakan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Jadwal tes CPNS Madina mulai 10 Desember

Sukseskan Pilgubsu

Selain itu Gubsu juga mengajak semua masyarakat, agar ikut mensukseskan Pemilukada Gubsu mendatang, dengan menjaga kekondusifan serta memastikan hak memilih, agar proses Pilgubsu mendatang berjalan aman, tertib dan kondusif.

Turut hadir dalam paripurna istimewa itu, unsur muspida, Bupati dan Walikota tetangga, para kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, Ketua MUI, tokoh masyarakat kabupaten Palas, serta ribuan undangan dan keluarga TSO.

Setelah pelantikan, di tempat terpisah Ketua TPKK Sumut Ny Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho juga melantik Ny Hj Yusro TSO sebagai ketua Tim PKK Palas periode 2009-2014.

Plt Gubsu juga menyempatkan diri menjadi khatib Jumat di Mesjid Raya Sibuhuan, serta melakukan berbagai program kegiatan temu ramah masyarakat Palas. (ong)

sumber : www.analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. Sama2 buruk ko’..
    Dilantik atau tidak dilantik..
    Yang makin sengsara hanya rakyat yang mendambakan kesejahteraan dari sebuah hasil pemekaran. Tapi yang ada malah pejabatnya saling menjatuhkan untuk berebut kekuasaan layaknya seperti Bupati dan Wakilnya yang telah dipilih masyarakat sebelumnya, Sehingga kepentingan masyarakat diabaikan..
    Saya lebih dan sangat mendukung Kabupan Padang Lawas ini dikembalikan ke Kabupaten onduk (TAPSEL) atau digabungkan dengan Kabupaten Paluta yang memiliki jarak yang yanga lebih dekat dan memiliki kemajuan yang signifakan dibandingkan Kabupaten Padang Lawas yangTIDAK TAHU diri padahal mempunyai umur yang sama..

  2. masyarakat kecil kurang mengerti hukum, masyarakat hanya butuh ketenangan, kenyamanan dalam menjalankan roda pemerintahan di Pemkab Palas agar penataan pembanguan sesegera mungkin terlaksan termasuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat berjalan dengan baik.

  3. BAIK juga ada pemerintahan defenitif, dari pada terus-menerus governmentles, seolah-olah tidak berpemerintahan. Nanati, bila ada putusan hukum berkekuatan tetap mengoraksinya, ya diseksekusi lagi.

    SEBURUK-buruk pemerintahan, lebih baik ada dari pada tidak ada atau (tidak jelas).

    SEJATINYA, pemerintahan di Palas memang sudah hancur-lebur. Jangan-jangan nanti (bila TSO dinilai tidak mampu menjelankan pemerintahan otonomi dengen baik) ” dikembalikan kepada orangtuanya” yakni Tapsel. Jangan sampai terjadi. Karena itu perlu pemerintahan yang defenitif untuk menjalankan roda birokrasi.

    HD

  4. Saya sangat kecewa tindakan Plt. Gubsu melantik TSO tanpa dasar hukum yang jelas. Sementara ini Basyrah Lubis sedang menempuh jalur hukum PK di MA, dan putusannya belum keluar. Belum lagi, SK penetapan TSO sebagai Bupati Definitif juga sudah dibatalkan oleh PTUN. Ini permainan politik, hukum sudah bukan panglima lagi… Kita juga tahu TSO ini bukan sosok yang tepat menjadi Bupati, karena ijazah sarjana palsu, dan masih banyak kasus lain, seperti penggundulan hutan lindung di desa Hapung…..

  5. Saya sangat kecewa tindakan Plt. Gubsu melantik TSO tanpa dasar hukum yang jelas. Sementara ini Basyrah Lubis sedang menempuh jalur hukum PK di MA, dan putusannya belum keluar. Belum lagi, SK penetapan TSO sebagai Bupati Definitif juga sudah dibatalkan oleh PTUN. Ini permainan politik, hukum sudah bukan panglima lagi… Kita juga tahu TSO ini bukan sosok yang tepat menjadi Bupati, karena ijazah sarjana palsu, dan masih banyak kasus lain, seperti penggundulan hutan lindung di desa Hapung…..

  6. Saya sangat mendukung pendepenitifan Bupati Palas (TSO) unt menstabilkan pemerintahan yg selama ini dirasakan sangat kurang kondusif, oleh krn itu diharapkan Pemkab Palas dpt lebih cepat dan seriius dlm menangani di semua sektor yg selama ini masih tertinggal termasuk pembangunan sarana trasportasi yg sangat dibutuhkan oleh masyarakat petani pedesaan saat ini.khususnya di wilayah Gading sekitar 60 Km jalan di wilayah ini sangat memprihatikan/belum layak unt kenderaan roda empat, sekian..sukses Bp. TSO.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*