PM Najib Ultimatum RI, Surat SBY Tak Digubris

Jakarta – Ultimatum yang disampaikan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Rajak agar pemerintah Indonesia menertibkan aksi-aksi demo di Jakarta dan juga tudingan adanya demonstran bayaran menunjukkan Indonesia berada dalam posisi mudah ditekan pihak Malaysia.

“Pernyataan bernada tekanan itu bukti yang nyata surat Presiden SBY kepada PM Malaysia yang disampaikan Jumat (27/8), tidak pernah digubris,” kata Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, Senin (30/8).

Karenanya, Syahganda mengaku sedih oleh respon pemerintah Malaysia terkait surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sama sekali tidak mencerminkan rasa hormat maupun sikap bersahabat terhadap bangsa Indonesia, khususnya Presiden SBY.

“Yang dilakukan justru menekan-nekan RI. Hal ini tentu bukan sikap dewasa dari petinggi Malaysia, karena mengeluarkan sikap yang selalu merendahkan Indonesia,” jelas Syahganda.

Dikatakan, pemerintah Indonesia sebaiknya tidak boleh terlalu menggambarkan sikap yang ‘pasrah’ menghadapi Malaysia, baik melalui surat Presiden SBY ataupun berupa tindakan para menterinya. Sebab, lanjutnya, cara seperti itu bukan yang diinginkan oleh seluruh rakyat di tanah air.

“Rakyat dan seluruh elemen bangsa menghendaki Indonesia membangun politik yang bermartabat selaku negara besar di panggung internasional, sekaligus memuliakan harapan serta kepentingan bangsa yang berdaulat,” ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak menuding serangkaian aksi demonstrasi di depan kedutaan besarnya di Jakarta dilakukan oleh para kelompok bayaran.

Baca Juga :  Kelaparan - Tak Ada Sahur di Somalia

“Mereka ingin kita marah sehingga kalau ditanggapi, hubungan (kita) dengan Indonesia akan hambar. Kita tidak boleh terjebak dalam permainan mereka,” katanya di Kuala Lumpur, Jumat (27/8). [mah]

Sumber: http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/08/30/783401/pm-najib-ultimatum-ri-surat-sby-tak-digubris/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*