PN Panyabungan Gelar Sidang Penghinaan Wartawan

Panyabungan, Sidang kasus penghinaan dan pen­cemaran nama baik wartawan atas kor­ban ketua Persatuan Wartawan In­do­ne­sia Mandailing Natal (PWI Madi­na), Sar­min Harahap, SH dengan ter­dakwa Kadis Kesehatan Madina, drg Ismail Lubis digelar Pengadilan Negeri Panya­bungan, kamis (23/4).

Sidang dengan agenda men­dengar­kan keterangan saksi menghadirkan Sar­min Harahap, SH (saksi pelapor),M Latif Lubis, Mahyuddin Nasution. Se­mentara untuk saksi Ahmad Rijal Lubis, Kobol Nasution dan M Ridwan Lubis berhalangan hadir karena ada keperluan mendadak ke luar kota.

Ketua Majelis Hakim, Halo­moan Sianturi, SH, MH serta hakim anggota Galih Rio Pur­nomo, SH dan Boy Aswin Aulia, SH yang memimpin sidang, me­minta para saksi yang diha­dirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya Tarigan, SH untuk memberikan keterangan sepu­tar kejadian.

Saksi pertama, Sarmin Ha­rahap, SH menjelaskan saat beliau sedang mela­kukan tu­gasnya sebagai jurnalistik ke Dinas Kesehatan Madina dan melaku­kan konfirmasi langsung, Kadis Kese­hatan Ma­dina, Drg Ismail Lubis menge­luarkan kata-kata yang dianggap telah menghina serta mence­markan nama baik wartawan yang sedang melakukan tugas liputan dengan menyebutkan “Kau ma­cam penjahat dan pe­rampok, warta­wankan punya etika” jelas Saksi Sarmin didalam persidangan dimana ucapan itu ditujukan kepada dirinya (Sarmin-red)

Awalnya, ujar Sarmin, ia dan rekan-rekan mendatangi kantor Dinas Kese­hatan Madina hendak melakukan kon­firmasi terkait dana BPJS yang diduga telah dien­dapkan Dinas Kese­hatan ka­rena tidak diba­yarkan kepada yang ber­hak.

Baca Juga :  Sejak Desember 2009 Tak Ada Bantuan Mengalir - Korban Longsor Simanosor Minta Perbaikan Masjid & Rumah

Selama ini, kita tidak pernah bisa bertemu dengan Kadis Kesehatan untuk melakukan konfirmasi terkait hal terse­but dengan alasan yang tak jelas. Ma­kanya, guna memberikan informasi yang berimbang agar dapat diketahui publik dengan jelas.

“Kita melakukan konfirmasi lang­sung kepada Kadis Kese­hatan. Namun apa yang kita dapat, beliau malah meng­ucapkan kalimat yang telah menghina dan mencemarkan profesi kita” papar Sarmin.

Untuk saksi kedua dan ketiga yakni M Latif Lubis serta Mahyuddin Nasu­tion dalam kesaksiannya kepada majelis hakim, membenarkan apa yang di pa­parkan Saksi pelapor Sarmin Hara­hap,SH.

“Memang seperti itulah keja­diannya pak hakim, bahkan Kadis Kesehatan Drg Ismail Lubis mengatakan dengan mimik wajah yang sedang emosi, dibuk­tikan saat itu kelihatan tangan Kadis Ke­se­­hatan bergetar karena emosi” te­rang M Latif Lubis dan Mahyuddin Na­­sution

Kemudian, Ketua Majelis hakim Ha­lomoan Sianturi, SH, MH menunda si­dang kamis depan (30/4)dengan agenda masih keterangan saksi-saksi yang tidak dapat hadir sidang yakni saksi Ahmad Rijal Lubis, Kobol Nasution dan Ridwan Lubis.

Dalam kasus penghinaan dan pence­maran nama baik ini, Kadis Kesehatan Madina drg Ismail Lubis dikenakan san­ksi pasal 310 dengan ancaman 9 bulan penjara dan pasal 311 dengan ancaman 4 tahun penjara. (man)


ANALISA

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dua Gol Ronaldo Pecundangi Valencia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*