PN Sidimpuan Vonis Orang Gila

PADANGSIDIMPUAN– Pengadilan Negeri (PN) Kota Padangsidimpuan mevonis terdakwa yang mengalami gangguan jiwa alias gila, Lintong Siregar, dengan hukuman tiga bulan percobaan, Selasa (20/11).

Terdakwa yang merupakan warga Kabupaten Padang lawas (palas) ini terbukti bersalah karena menikah lagi tanpa persetujuan istri pertama. “Ter dakwa melanggar Pasal 279 ayat I KUHP dan di hukum tiga bulan,” kata ketua majelis hakim Maju Purba di dampingi hakim anggota Morgan Simanjuntak dan Muhammad Sobirin di PN Pad ang sidimpuan di Jalan Serma Lian Kosong, kemrin.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai perbuat an terdakwa menikah lagi de ngan Irna Sari Harahap tanpa persetujuan istri sahnya Siti Rahmaini Harahap. Lintong dan Irna terbukti sudah men jadi suami istri berdasarkan surat keterangan dari kepala desa dan hatobangon (pemangku adat) setempat. Vonis ini lebih rendah tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan Siti Suharni Harahap, yakni enam bulan penjara.

Sidang yang dimulai pada pu kul 15.30 WIB itu awalnya ber jalan lancar. Namun, setelah majelis hakim mem bacakan vonis, suasana menjadi ricuh. Sejumlah keluarga terdakwa berteriak memprotes hakim. Mereka mengatakan, ha kim tidak mempunyai hati nurani karena menghukum orang yang kurang waras. Disebutkan pula, bahwa saat proses penuntutan, mereka memberikan uang Rp3 juta kepada oknum jaksa agar per kara ini bisa digugurkan.

Baca Juga :  42 PNS Duduki Jabatan Baru di Pemko Padangsidimpuan

Polisi langsung membawa Lintong keluar dari ruang persidangan. Kuasa Hukum Lintong, Subur Siregar pun meradang. Dia menilai majelis hakim membuat ketimpangan hukum karena sudah memvonis orang tidak waras. Padahal, sebelumnya mereka sudah mem berikan surat keterangan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Medan bernomor YM 01.06.01.189, yang menyebutkan Lintong Siregar mengidap kelainan jiwa sejak pisah dengan istri pertamanya.

“Kami juga sudah pernah minta penangguhan penahanan kepada kejaksaan dengan menunjukkan surat-surat keterangan dari rumah sakit, namun tidak dikabulkan,” tuturnya. Kerabat Lintong lainnya, Murni Harahap mengatakan, istri pertama Lintong, Siti Rahmaini Harahap, saat ini juga sudah menikah lagi. Namun, pihak penegak hukum tidak men jadikannya sebagai bukti da lam perkara ini.

Dia menjelaskan, Lintong menderita gang guan jiwa sejak Siti meninggalkannya. Pihak keluarga membawa Lintong berobat dan dokter menyarankan agar pihak keluarga pun segera menikah kannya lagi. “Dia pun menikah lagi karena saran dokter. Pertimbangannya, jika menikah lagi, psikologis Lintong akan pulih sehingga keluarga mencarikan istri keduanya,”ujarnya.

Sementara itu, praktisi hukum Syai Rangkuti menilai kredibilitas ketua majelis hakim yang memvonis terdakwa yang dalam kondisi keadaan jiwanya terganggu patut diragukan. “Seharusnya hakim dapat menganalisa fakta yuridis formal terhadap pertanggung jawaban pidana terdakwa,” katanya.

Dia juga melihat dari pemeriksaan awal, yakni dikepolisian penyidiknya terlalu memaksakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya ke pihak kejaksaan. Karena kuasa hukum Lin tong Siregar tentu sudah me nyiapkan surat-surat yang menyatakan bahwa kliennya mengalami gangguan jiwa. ??zia ul haq nasution, dody ferdiansyah-

Baca Juga :  Tapsel Persiapan Penerapan e-KTP - 176.886 Jiwa Wajib KTP di Tapsel

Sumber: seputar-indonesia.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*