PNS Palas Terlibat Politik Praktis, Panswaslu ‘Tutup Mata’

PNS HADIR – Salah satu PNS yang juga menjabat Plt Kaban Bappeda Palas, Yenni Nurlina ST ikut pada hadir pada deklarasi pasangan H Ali Sutan Harahap-Ahmad Zarnawi Pasaribu.

Sibuhuan-andalas Ketua LSM Perintas Kabupaten Padang Lawas, Gurdiman Sakti Harahap menilai Pantia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Palas ‘tutup mata’ terhadap kehadiran sejumlah PNS jajaran Pemkab pada deklarasi pasangan H Ali Sutan Harahap yang menjabat Bupati Palas sasat ini, berpasangan dengan drg Ahmad Zarnawi Parasibu di Lapangan MTSn Sibuhuan, kemarin.

Menurutnya, kehadiran sejumlah PNS berpakaian seragam lengkap dengan atribut pemerintah serta berpakaian nonseragam pada deklarasi pasangan incumbent ini, mengundang perhatian masyarakat.

Pasalnya, para PNS ini tidak sekadar hadir. Ironisnya, mereka menggunakan mobil dinas untuk memberikan dukungan kepada pasangan Ali Sutan Harahap-Ahmad Zarnawi Pasaribu .

Pihaknya telah menyurati Panwaslu Palas supaya memroses PNS yang terlibat langsung maupun tak langsung mendukung salah satu satu bakal calon (Balon) Bupati Palas untuk meraih simpati masyarakat.

“Alangkah bobrok citra PNS yang meninggalkan tugas pelayanan masyarakat, demi ikut berpolitik sebagai pendukung balon bupati,”kata Gurdiman, geram.

Dia juga mengingatkan Panwaslu, jika tidak mengambil tindakan tegas dan memetieskan persoalan ini.”LSM Perintis akan melayangkan surat ke Bawaslu Sumut dan Pusat serta Menteri Dalam Negeri, agar keterlibtan PNS berpolitik mendapat sanksi tegas,”ujarnya.

Dikatakannya, sesuai dengan hasil pantauan di lapangan, banyak PNS bertugas di Kabupaten Palas secara terbuka ikut berpolitik, dengan cara PNS ikut bersama pasangan Balon Bupati Palas bersosialisasi langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Seekor Buaya Ditangkap Warga di Sungai Barumun Menggunakan Setrum

“Seperti halnya saat pasangan incumbet H Ali Sutan Harahap yang diusung Partai Golkar, Patriot dan PKS, mendaftar ke KPU Kabupaten Palas, banyak PNS ikut mengiringi prosesi pendaftarannya. Bahkan sampai menghadiri acara deklarasi,”kecamnya.

Pada pesta demokrasi Palas, Gurdiman minta PNS untuk menyukseskan, tapi dilarang keras bermain politik praktis. “Kalau mau jadi politisi harus lepas baju PNS atau minta pengunduran diri, sebab hal itu sudah ditegaskan dalam UU dan Peraturan Pemerintah,”tegasnya

Gurdiman menambahkan, sebaiknya PNS yang merupakan aparatur negara, jangan sampai terjebak dalam politik praktis. Sebab, hal itu sudah diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2004 tentang larangan PNS menjadi anggota partai politik.

Sementara, Ketua Panwaslu Kabupaten Palas, Sunardi SAg mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum ada menerima laporan yang masuk, terkait adanya oknum PNS yang ikut dalam rombongan calon Bupati Palas.

“Namun, kalau nanti terbukti ada laporan yang masuk, kami akan menindak tegas. Salah satunya dengan memberikan referensi ke tempat PNS tersebut bertugas, agar diberikan sanksi. Karena bagaimanapun PNS harus netral dan tidak boleh ikut dalam kegiatan politik,”katanya.(ISN)

harianandalas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalan Provinsi Dipenuhi Lumpur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*