Pohon Natal Tertua di Dunia

Kristen di Inggris memiliki tradisi memasang pohon Natal menjelang hari Natal. Tapi buat keluarga Parker, ritual ini dilakukan lebih lama dari yang lain karena mereka masih menggunakan pohon yang pertama kali dibeli pada 1886.

Foto: Pemilik terbaru pohon Natal tertua di dunia, Paul Parker akan memajang pohon Natalnya di atas perapian/Dailymail

Lengkap dengan pernak-pernik asli dan perada kertas perak, pohon setinggi 14 inci berumur 124 tahun ini telah dikonfirmasi sebagai pohon Natal imitasi tertua di dunia.

Pohon ini pertama kali dikonfirmasi rumah lelang Christie’s di London dan kemudian Guinness Book of Records menegaskan bahwa ornamen itu merupakan pohon Natal imitasi tertua di dunia.

Seperti dilansir reuters, Rabu (8/12/2010), sang pemilik, Paul Parker (45) menerima ornamen halus ini setelah ibunya, Janet, meninggal dunia pada 2008 dalam usia 69 tahun. Paul merupakan generasi ketiga yang menikmati pohon ini.

Menampilkan pohon untuk pertama kalinya sejak kematian ibunya, Parker sangat senang tercatat dalam tradisi keluarga.

Pohon ini pertama kali dibeli nenek dari bibi Parker, Lou pada 1886. Lou mewariskan pohon itu ke cucu perempuan favoritnya, Janet kecil pada 1940-an.

Setiap tahun, Janet mengambil pohon itu dari kotak aslinya dan Paul bersumpah akan melanjutkan tradisi ini.

Pohon ini terbuat dari rafia hijau, dengan dasarnya bergambarkan ikon Natal tradisional, yaitu Maria dan bayi Yesus.

Saat dibeli pada masa pertengahan Victoria, harga pohon itu hanya enam pence. Tapi pada 2005, oleh ahli dari Antiques Road Show pohon itu ditaksir bernilai Rp 14 jutaan.

Baca Juga :  Ritual Kawin Dengan Jin Di Gunung Salak

“Tapi menilai pohon ini dengan harga sangat konyol. Sebagai pohon Natal tertua dalam sejarah, ia tidak memiliki teman sebaya. Tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya,” tutup Parker. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*