Poktan Lestari Huta Padang Sidimpuan dan PPL WKPP Panen Perdana Buncis

Sumber: www.metrosiantar.com

SIDIMPUAN-METRO; Kelompok Tani (Poktan) Lestari bersama Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Desa Huta Padang, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Hutaimbaru, Kota Psp, Rabu (7/10) melangsungkan panen perdana komoditi sayuran hortikultura jenis buncis sebanyak 300 kilogram.

Panen perdana buncis ini dilakukan di Kebun percontohan seluas 2 ribu meter, yang dikelola Poktan Lestari di bawah pimpinan Khoirun Nikmat Harahap, yang mendapat arahan dan bimbingan dari pembina Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Sutrisno Hutasuhut SPt.

Dalam panen perdana tersebut Badan Ketahanan Pangan melalui Kepala Bidang (Kabid) SDM dan Kelembagaan Petani, Indra Putra Harahap didampingi Kelompok Jabatan Fungsional Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Imam Masyudi SP melakukan pemetikan sayuran buncis perdana, bersama-sama dengan anggota Poktan Lestari dan petugas PPL di lahan percontohan.

Pembina PPL Desa Huta Padang, Sutrisno Hutasuhut SPt kepada METRO, di sela-sela panen perdana mengungkapkan, selama pembudidayaan dan penanaman sayuran buncis ini, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan tanaman hingga masa panen selama 45 hari, sejak mulai tanam dengan sistem pemupukan kompinasi antara pupuk organic jenis yara mila dan pupuk anorganic jenis yara liva.

Di samping itu, katanya, PPL Desa Huta Padang selalu memberikan bimbingan dan mengarahkan kepada para petani untuk melakukan tahapan-tahapan mulai dari cara tanam hingga mencapai masa panen.

Ditambahkannya, sayuran buncis ini memiliki nilai ekonomis cukup menjanjikan dan sangat baik dikonsumsi manusia dan memilki vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu harga jualnya mencapai Rp1.500-Rp1.700 per kilogram, sedangkan harga di sejumlah pasar di Kota Psp sekitar Rp2.000-Rp2.500 per kilogramnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Pemko Tertibkan Tor Simarsayang

Sementara itu Kabid SDM dan Kelembagaan Petani, Badan Ketahanan Pangan Psp, Indra Putra Harahap didampingi Kelompok Jabatan Fungsional Bidang TPH, Imam Masyudi SP mengatakan, pengmbangan tanaman buncis ini sangat membantu petani dalam meningkatkan ekonominya dan dapat memenuhi kebutuhan akan sayuran bagi masyarakat Kota Psp.

Dikatakannya, kebutuhan sayur buncis untuk warga Kota Psp selama ini cukup besar, di mana setiap harinya, warga mengkonsumsi buncis mencapai 1 ton. Bila dikalkulasikan uang masyarakat Kota Psp hanya untuk membeli kebutuhan sayur buncis setiap hari mencapai Rp2 juta, di mana bila rata-rata harga sayur buncis di jual oleh pedagang Rp2.000 per kilogramnya.

Dirinya meminta terobsan yang dilakukan poktan lestari ini atas budidaya komoditi sayuran buncis ini bisa di jadikan motivasi dengan memanfaatkan lahan yang ada, sehingga petani di Kota Psp bisa menciptakan komoditi baru untuk memenuhi kebutuhan local seperti daun seledri atau daun sup dan lain sebagainya yang memiliki daya jual dan pemasaranya sangat mudah namun menghasilkan keuntungan yang besar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Lestari, Khoirun Nikmat Harahap menambahkan bahwa usaha yang dilakukan kelompoknya yang beranggotakan 25 orang warga Desa Huta Padang hanya bermodalkan semangat dan keuletan dengan biaya kumpulan dari para anggota kelompok.

Disebutkannya, lahan seluas 2 ribu meter ditanami buncis di atas 7 bedengan, kemudian dirawat secara bersama-sama selama 45 hari masa tanam dibawah bimbingan Pembina PPL Sutrisno Hutasuhut SPt dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Psp. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dari Rp16 Ribu Per Kg - Harga Cabai Melejit Tembus Rp28 Ribu Per Kg di Pasar Sibuhuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*