Polda Sumut Akan Tetapkan 12 Tersangka Rusuh Batang Toru

Medan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akan menetapkan 12 orang sebagai tersangka terkait kerusuhan massal yang terjadi di kawasan Kecamatan, Batang Toro Kabupaten Tapanuli Selatan beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan di Mapolda Sumut, Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumut Kombes Pol Iwan Hari Sugiarto, mengatakan, bahwa dari beberapa orang yang diamankan pihak Polres Tapanuli Selatan pasca bentrok tersebut, 12 orang akan ditetapkan tersangka dan akan diboyong ke Mapolda Sumut. Sementara sisanya, akan dipulangkan.

“Dari beberapa orang massa yang diamankan, 12 orang akan ditetapkan tersangka sebagai pelaku pengerusakan kantor Polsek dan kantor Camat Batang Toru, yang kemudian akan dibawa ke Polda. Sedangkan yang tidak terlibat akan dipulangkan.” ujar Iwan. Namun wIan belum mau membeberkan siapa saja warga yang akan ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

Ditanya, apakah para pelaku tersebut memang benar warga masyarakat Batang Toru, Iwan menyarankan agar wartawan melihatnya sendiri saat ke-12 orang tersebut diboyong ke Mapolda Sumut. “Kamu lihat saja nanti. Nantikan dibawa ke Polda semuanya,” jawab Iwan sembari mengatakan, bahwa Kapolda Sumut saat ini sedang memberikan pandangan dan arahan kepada warga yang tidak terlibat kerusuhan di Batang Toru.

Data yang dihimpun di Mapolda Sumut, peristiwa amuk massa yang diduga dilakukan ratusan warga dari beberapa desa dan kelurahan di Kec. Batang Toru pada Selasa (30/10) lalu sekira pukul 09.35 WIB, persisnya terjadi di Jalan Batang Toru-Sibolga, tepatnya di Simpang Aek Langge Desa Napa Kec. Batang Toru Kab. Tapanuli Selatan. Peristiwa itu terjadi disinyalir dipicu karena penolakan warga terhadap perusahaan pertambangan PT Agin Court Recources di Batang Toru yang saat itu sedang melakukan pemasangan pipa limbah ke arah Sungai Batang Toru. Warga setempat menolak karena selama sungai tersebut dipergunakan warga sebagai salah satu sumber kehidupan mereka.

Baca Juga :  Photo Eksklusive Penyergapan Teroris di Serdang Bedagai

Ratusan massa tersebut diduga berasal dari Kelurahan Ampolu, Kelurahan Muara Manompas, Kelurahan Muara Hutaraja, Desa Muara Opu, Desa Simarlelan, Desa Pardamean, Desa Terapung Raya dan Desa Bandar Hapinis Kec. Muara Batang Toru, Kelurahan Hapesong Baru, Desa Telo, Kelurahan Wek 1, 2, dan 3, Desa Wek 4, dan Desa Napa Kec. Batang Toru Kab. Tapanuli Selatan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol R Heru Prakoso dalam keterangan persnya yang dikirim melalui pesan singkat kepada wartawan Selasa (30/10) malam menjelaskan, bahwa kronologis kejadian aksi massa yang diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan orang tersebut dimulai dengan membakar ban bekas hingga menutup badan jalan. Selain itu, dalam aksi tersebut massa juga melakukan pelemparan batu kearah Jalan Sibolga, dan kemudian mengarah ke kantor Polsek Batang Toru.

Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 WIB, Pasukan Pengendali Massa (Dalmas) Awal, Dalmas Inti dan 1 Pleton PHH Brimob tiba di lokasi. “Massa kemudian melempari batu ke arah pasukan. Saat itu, Dalmas awal melakukan himbauan dengan menggunakan pengeras suara. Namun, massa tidak menghiraukan. Malah semakin gencar melempari pasukan,” terang Heru.

Kemudian, Dalmas Inti mencoba bergerak mendekati massa,  namun tidak dapat melewati kobaran api dari ban yang dibakar. Massa tetap bertahan, dan melempari pasukan. Kemudian, pleton PHH diikuti mobil Baracuda maju mendekati massa dan menembakkan gas air mata. Tak berapa lama kemudian, beberapa mobil kebakaran milik PT. AR Martabe datang ke lokasi dan memadamkan api. Saat itu massa mulai bergeser ke arah Polsek Batang Toru, namun sebahagian massa tetap bertahan dan melempari barisan Dalmas.

Baca Juga :  Pemadaman Listrik Belum Berakhir, Masyarakat Butuh Kepastian PLN

Setelah api dipadamkan, lanjut Heru, Pleton PHH diikuti mobil Baracuda, Dalmas Inti dan Dalmas Awal bergerak maju dan memecah massa. Bersamaan dengan itu, Tim Tindak melakukan penyisiran. “Selama pergeseran pasukan sampai ke Polsek Batang Toru, Tim Tindak berhasil menangkap 24 orang anggota massa yang diduga turut serta melakukan pemblokiran jalan dan pelemparan petugas. Ke-24 orang tersebut diboyong ke Pos 7 (Pos Aju). (ANS/YEZ)

Starberita.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*