Polda Sumut dan Kemenhut Ungkap Aktivitas Perambahan Hutan Lindung di Arse Tapsel

SIB/dok/Hadiansyah Panjaitan Gerebek: Tim gabungan dari kepolisian dan Kementrian Kehutanan saat menggerebek aktivitas perambahan hutan negara di kawasan hutan lindung Tor Sipispisan Desa Gunung Manaon Kecamatan Arse Kabupaten Tapsel.

Tapsel – Tim gabungan dari kepolisian dan Kementerian Kehutanan mengungkap praktik perambahan ratusan hektar hutan negara di kawasan hutan lindung Tor Sipispisan Desa Gunung Manaon Kecamatan Arse Kabupaten Tapsel, Rabu (15/4).

Dari lokasi kawasan hutan lindung tersebut, tim mengamankan seorang pekerja N (50) warga Kisaran, yang disebut-sebut sebagai pekerja suruhan toke kayu bernama GP dan CP warga Desa Gunung Manaon Kecamatan Arse.

Sebagai barang bukti, petugas menyita 1 unit mesin chainshaw, minyak pelumas, kayu bulat yang baru ditebang serta dua kubik kayu olahan kualitas ekspor jenis meranti merah, kruing, durian hutan dan kayu lainnya yang ditumpuk di salah satu gudang di tengah hutan tersebut.

Penggerebekan aktivitas perambahan hutan lindung di Kecamatan Arse dipimpin Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP A Butar-butar bersama AKP Sinaga dari Unit Tipiter Poldasu dan Paruhum Hasibuan dari Kementerian Kehutanan melalui Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Medan.

Untuk mencapai lokasi, tim gabungan melalui jalan puluhan kilometer dengan medan cukup sulit. Namun anehnya insfrastruktur jalan di lokasi penebangan sudah terbentuk, dengan berbagai cabang jalan yang digreder dengan alat berat untuk memuluskan aktivitas pengangkutan kayu hasil pembalakan.

Baca Juga :  Gara-gara Kisruh PSSI, Klub Sepak Bola Terancam Bangkrut

Kapolres Tapsel AKBP Drs Parluatan Siregar MH didampingi Kasat Reskrim AKP A Butar-butar yang dikonfirmasi, Kamis (16/4), membenarkan pengungkapan praktik perambahan hutan negara di kawasan Hutan Lindung Tor Sipispisan Desa Gunung Manaon Kecamatan Arse Kabupaten Tapsel tersebut.

Pengungkapan kasus perambahan hutan negara, jelas Kapolres, berawal surat masyarakat Kecamatan Arse yang ditujukan ke Presiden RI dengan tembusan Kemenhut dan Mabes Polri.

“Mendapat informasi, langsung dilakukan penyelidikan selama sepekan dan dilanjutkan dengan terjun ke lokasi hutan lindung yang dirambah. Hasilnya diketahui kegiatan tersebut tanpa ada izin resmi. Kita masih terus melakukan pengembangan,” ungkap Kapolres.

Dikatakan, pengungkapan kasus perambahan hutan negara sebagai langkah penindakan terhadap maraknya aktivitas perambahan hutan di kawasan hutan lindung Kecamatan Arse.

Menurut Kapolres, hasil penyelidikan awal, aktivitas pembalakan hutan sudah berlangsung sejak tahun 2011 lalu, terbukti dari pembuatan infrastruktur jalan di kawasan hutan yang telah terencana.

“Saya menghimbau masyarakat yang terlibat dalam pembalakan untuk menghentikan aktivitasnya. Masyarakat jangan percaya kepada oknum-oknum dari institusi lain yang mengatakan seolah-olah hutan tersebut bukan hutan lindung,” himbau Kapolres.

Sementara Paruhum Hasibuan mengatakan, dari pengecekan lokasi aktivitas pembalakan sudah masuk wilayah kawasan hutan lindung Sipispisan, sesuai dengan pengecekan titik koordinat yang menunjukkan lokasi yang dibalak masuk kawasan hutan lindung.

“Yang dirambah sudah mencapai ratusan hektar dengan ribuan batang kayu sudah ditebang untuk diolah dengan berbagai ukuran,” jelasnya. (E-09/q)

Baca Juga :  WALHI Nasional & Warga Batang Toru Laporkan Informasi Palsu & Sesat AMDAL Agincourt kepada KLH

/SIB

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*