Polda Sumut diminta usut izin PT SMM

%name Polda Sumut diminta usut izin PT SMMMEDAN – Polda Sumut (Kepolisian Daerah Sumatera Utara) diminta untuk menyidik izin penambangan PT Sorik Mas Mining (SMM) Siabu Mandailing Natal karena disinyalir PT SMM tak memiliki izin pertambangan dan operasional, karena izin diperoleh jika masyarakat sekitar menyetujuinya.

Karena itu pula, pihak kepolisian diminta tidak tebang pilih menangani kasus PT SMM. Polda (Sumut) jangan hanya menyelidiki peristiwa kerusuhan di camp PT SMM, namun juga tentang perizinannya. “Polisi harus objektif. Izin perusahaan juga perlu diselidiki. Kalau memang ada, perlihatkan kepada masyarakat,” sebut Ketua Lembaga Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan Sumatera Utara, Sahala Saragih, tadi malam.

Dia mengatakan, sebaiknya PT SMM tidak melanjutkan pekerjaan sebelum permasalahan tersebut selesai.  Mengamati kasus itu, Sahala menyebutkan, berdampak kepada kerukunan di masyarakat pedesaaan, Madina. Sebelum PT SMM melakukan eksplorasi emas di kawasan tersebut, kehidupan masyarakatnya rukun dan damai. Kini di antara mereka sudah terjadi gesekan permusuhan dan saling mencurigai. “Ini tidak boleh dibiarkan,” sebutnya.

Jika situasi daerah itu tidak kondusif, sebutnya, maka sangat tidak relevan dengan hasil yang diperoleh jikapun PT SMM berproduksi. “Karena itu harus ada konsensi baru antara perusahaan dengan masyarakat yang dimediasi oleh instansi terkait, sehingga kedua pihak tidak dirugikan,” tandasnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Heru Prakoso mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum berhasil meringkus enam tersangka diduga sebagai pendana dan provokator aksi massa di camp PT SMM. “Masih enam orang tersangka yang kita tetapkan, sedangkan enam pelaku lagi masih dicari,” katanya.

Baca Juga :  Warga Sidimpuan Banyak yang Berpeluang Memilih Dua Kali

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dan pelajar asal Madina di Medan, Jumat (10/6), telah melakukan aksi unjukrasa ke Mapoldasu, meminta pihak kepolisian mengusut dugaan perambahan hutan oleh PT SMM dengan alasan merusak lingkungan. Mereka juga mendesak kepolisian mengusut tuntas penembakan terhadap seorang warga saat melakukan aksi penutupan tambang di camp PT SMM di Dolok Sihayo, Desa Hutagodang Muda, Kec. Siabu, Madina.

Menurut mereka, alasan eksplorasi penambangan emas oleh PT SMM telah merusak ratusan, bahkan ribuan hektare hutan di Madina. “Ini sudah berjalan bertahun-tahun berimbas air tanah kering dan merusak tanaman sawit masyarakat,” kata mahasiswa.

Sumber/Photo: medanbisnisdaily.com – waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*