Polda Sumut: Tidak Ada Indikasi Teroris ke Sumut

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyatakan belum melihat adanya indikasi akan berpindahnya para tersangka teroris di Aceh ke Sumut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar di Medan.

“Kami belum melihat adanya indikasi seperti itu. Sampai saat ini, daerah Sumut masih aman dari para teroris di Aceh tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar ketika dihubungi di Medan, Senin (8/3/2010).

Namun, meski demikian, Polda Sumut terus melakukan penjagaan, serta memperketat dan meningkatkan pengawasan di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan NAD, dengan menambah personel di pos-pos jaga tersebut. Selain itu, Polda Sumut juga mengawasi jalur-jalur transportasi lainnya yang kemungkinan akan digunakan para tersangka teroris tersebut, seperti perairan Langsa yang berbatasan langsung dengan Sumut.

Berbagai upaya ini dilakukan agar kemungkinan pindahnya para tersangka teroris itu dari NAD ke Sumut dapat dihindari. Namun, Baharudin tetap mengharapkan partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing untuk menghindari kemungkinan tersebut. Salah satunya, dengan memperketat wajib lapor bagi warga luar yang berkunjung ke suatu daerah.

Sementara itu, tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Polda NAD menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat teroris di Kabupaten Aceh Besar sejak 20 Februari lalu.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti senjata api dan berbagai atribut militer. Hingga saat ini, polisi masih memburu sekitar 30 orang lainnya yang juga terlibat.
(fit)

Baca Juga :  Tapsel Didominasi Pelamar Guru

Sumber: www.okezone.com

Perbatasan Sumut-Aceh aman

WASPADA ONLINE

MEDAN – Meski kabar bakal terjadinya eksodus para teroris Aceh ke wilayah Sumatera Utara kencang berhembus, namun sampai saat ini Kepolisian Daerah Sumatera Utara belum ada melakukan penambahan jumlah personel Brigadir Mobil Daerah Sumatera Utara ke perbatasan Aceh, pasca terjadinya perang senjata antara polisi dan anggota teroris di Aceh.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala bidang Hubungan Masyarakat Poldasu melalui pelaksana harian, AKBP MP Nainggolan, kepada Waspada Online, sore ini.

Menurut MP Nainggolan, sampai saat ini keamanan di wilayah perbatasan masih dapat terkendali sehingga Poldasu belum menambah personel ke sana. ”Kita lihat perkembangan, kalau memang ada indikasi yang memungkinkan untuk terjadi eksodus besar-besaran ke Sumut, Poldasu akan menambah pasukan ke sana,” ungkap MP Nainggolan.

Sebelumnya, tim gabungan dari Datasemen Khusus 88 Antiteror dan Kepolisian Daerah Provinsi Aceh menangkap sejumlah orang yang diduga memiliki kaitan dengan terorisme di Pegunungan Jalin, kecamatan Jantho, kabupaten Aceh Besar, sejak 20 Februari 2010.

Polisi juga menyita barang bukti berupa empat senjata api laras panjang, 24 magasin dan satu granat asap selain berbagai atribut seperti seragam rompi militer serta sejumlah dokumen. Bahkan, saat ini Densus 88 dan pihak Polda Aceh masih berusaha melakukan upaya penyergapan terhadap 300 orang diduga teroris di kemukiman Lamkabeu, kecamatan Seulimuem, kabupaten Aceh Besar.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pemudik Medan - Riau Diimbau Ambil Jalur Sibuhuan - Gunung Tua

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*