Poldasu periksa Kadishut Tapsel

MEDAN – Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Tapanuli Selatan, Syahgiman Siregar diperiksa petugas Sat I/Tindak Pidana Umum Direktorat Reserse Polda Sumut terkait laporan pengaduan pemilik Panei Lika Sejahtera (PT PLS) dalam kasus pemalsuan surat, pencurian dan penggelapan kayu milik perusahaan tersebut.

Pada Senin, Syahgiman Siregar datang ke Polda Sumut didampingi sejumlah anggotannya, salah seorang diantaranya Kabag Hukum M Zein. Dia langsung menemui penyidik unit Harta Benda (Harda) Sat I/Tipidum.

Kasat I/Tipidum AKBP Rudi Rifani, membenarkan pemeriksaan Syahgiman Siregar. “Benar yang bersangkutan kita periksa,” kata dia. Saat ini, Syahgiman masih berstatus saksi, tetapi bisa saja menjadi tersangka tergantung hasil penyelidikan,” tambahnya, pagi ini.

Rudi mengatakan, laporan pengaduan PT PLS disampaikan ke Mabes Polri dengan bukti lapor No.Pol;LP/556/IX/2010 tanggal 6 September 2010. Namun karena wilayah kejadian di Sumut, akhirnya pengaduan dilimpahkan ke Poldasu guna mempermudah penyelidikan.

Dalam kaitan itu, sejumlah saksi sudah diperiksa dan setiap hasil penyelidikan kasus itu telah dilaporkan ke Mabes Polri. “Kasus ini pelimpahan Mabes Polri, jadi setiap perkembangan selalu dilaporkan ke Mabes, jadi kita tidak mungkin macam-macam,” sebut Rudi.

Laporan pengaduan PT PLS terkait tindak pidana pemalsuan surat, pencurian dan penggelapan kayu milik PT PLS sehingga berpotensi terjadinya dugaan korupsi Dana Reboisasi (DR) dan PSDH serta Restribusi senilai Rp14 miliar yang diduga melibatkan mantan Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan dan Kadis Kehutanan Syahgiman Siregar.

Baca Juga :  Ongku Dianggap Abaikan UU

Rudi Rifani menambahkan, Kadishut sudah dipanggil pada tahap pertama, namun dia tidak hadir bahkan mewakilkan anggotanya sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan. Dalam kaitan kasus itu juga, Poldasu akan memeriksa Tom Sihar Silaen Cs yang selama ini “menduduki” areal IPK PT PLS.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*