Polemik Dugaan Penyimpangan Dana Bansos Palas Rp1,2 Miliar, Memancing Adrenalin aktivis ’turun ke jalan

Polemik dana bantuan hibah / Bansos dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah (Pemda) Padang Lawas (Palas) Tahun 2013 terus bergulir. Kali ini, masalah tersebut memancing adrenalin para aktivis mulai dari senior sampe ke Junior, dari Sejumlah Aktivis berjani akan ’turun ke jalan’. Mereka berniat membersihkan dugaan praktik-praktik kotor yang mencemari Palas.

Ketua Lembaga Kajian Informasi Padang Lawas (LKIPD), Pandapotan Siregar menegaskan, saat ini LKIPD dan elemen mahasiswa Palas lainnya, sedang membahas persoalan ini, mereka akan mendatangi kantor Bupati Palas secara beramai-ramai, Termasuk mengungkit borok Pemkab Palas terkait berbagai dugaan kasus korupsi di pos-pos anggaran lain.

” Kalau untuk Bantuan Sosial saja dikorupsi, Konon dana yang lain padahal beberapa yang diduga diselewengkan adalah anggarann program kegiatan peningkatan sarana prasarana tempat ibadah” ujarKetua LKIPD Palas, Pandapotan Siregar.

dilain Tempat, Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Nasional Wilayah Tabagsel, Hasnul Hadiansyah, mengatakan, sebagai mahasiswa, mereka dituntut untuk pintar dalam menyikapi hal-hal seperti ini. “Sikap yang seharusnya diambil adalah jika ada siapa pun yang melanggar UU atau secara sengaja merugikan orang lain, harusnya mereka dihukum sesuai UU yang berlaku,” tegasnya.

Apalagi, sambungnya, jika ternyata dugaan korupsi Bansos benar adanya, itu merupakan satu tindakan yang merugikan kepentingan banyak orang. “Jika memang petinggi-petinggi di sini  melakukan tindakan tersebut, sebaiknya jangan dari sanksi pidana saja mereka dihukum. Tapi juga, hingga pencabutan jabatan mereka di sini tanpa pandang bulu. Karena, petinggi-petinggi sudah seharusnya mengayomi, bukan malah mengambil keuntungan,” terang Hasnul.

Baca Juga :  Pendemo Paluta Nyaris Bentrok dengan Petugas

Dan dia menegaskan akan Ikut turun kejalan untuk menuntut dugaan korupsi tersebut.

Plt Sekda Kabupaten Palas Syamsul Anwar Lubis diminta memberikan klarifikasi dugaan korupsi yang terjadi pada anggaran Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi tahun 2013 semasa ia menjabat sebagai Kadis. Tidak tanggung-tanggung, dugaan korupsi anggaran Dinsos dari berbagai item kegiatan itu mencapai Rp1,2 Miliar, hal inilah yang memicu kemarahan Aktivis di padang lawas yang pada akhirnya membentuk satu gerakan.

Sampai saat ini Plt. Sekda belum bisa dimintai keterangan Terkait dugaan Korupsi Bansos dan terkait Rencana pergerakan yang mengarah kepada nya, sudah beberapa kali ke kantor nya tapi tidak bisa dertemu, dengan berbagai alasan Ajudan sepertinya menghindarkan para jurnalis dengan Plt Sekda Palas Syamsul Anwar Lubis.

Sementara itu Kabag Humas Palas Irwan Hasibuan, Tidak masuk kantor dan saat di hubungi melalui seluler nya tidak Aktif.

semenjak mencuat nya dugaan korupsi Bansos ini, beberap pejabat seperti ‘Hilang’ dari peredaran. apakah mereka takut dimintai keterangan atau yang lain nya akan tetapi yang jelas tidak satupun yang mau di mintai keterangan.

/Hasnul HD

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Istri Bupati Tapsel Bantah Mencalon

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*