Polisi Buru Aktor Intelektual Kerusuhan Paluta

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus melakukan penyelidikan terhadap kerusuhan dan mencari pelaku aktor intelektual kerusuhan di lahan perkebunan Dusun Kuta Parit Desa Sei Korang, Kecamatan Huta Raja, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Sedangkan, personil Brimob yang berada di lokasi, telah diperiksa Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tapsel.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Raden Heru Prakoso saat dikonfimarsi disebutkan, masih dilakukan penyelidikan Polres Tapanuli Selatan yang menangani kerusuhan antara warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu Riau dengan karyawan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) dan personil Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumut Detasemen C Sipirok, yang terjadi Kamis (2/2) lalu.

Penyelidikan dilakukan, guna mengungkap kerusuhan yang berakhir dengan 11 orang dari kedua belah pihak mengalami luka-luka itu. “Penyelidikan masih dilakukan, untuk mengetahui siapa aktor intelektual atau pun provokator dibalik kerusuhan itu. Untuk itu Poldasu saat ini sedang memburu aktor intelektualnya,” ungkap Heru hari ini.

Menurut Heru, jika adanya aktor intelektual atau pun provokasi dibalik kejadian ini, maka dapat diketahui yang memberikan respon bagi sekitar 200 warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu Riau untuk menyerang hingga 6 diantaranya tertembak personil Brimob yang melakukan pengamanan di sana.

Sedangkan, dua warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu Riau, yakni, Amunur Sitorus (48) dan Sukardi (57) keduanya warga Desa Bangun Jaya, diamankan Polres Tapsel saat kejadian tersebut berlangsung, belum diketahui apakah masih ditahan atau tidak.

Baca Juga :  Pengumuman kelulusan CPNS Asahan

Lanjut Katanya, diamankan keduanya untuk diperiksa dengan dimintai keterangannya terkait peristiwa itu. “Saya belum tahu, apakah keduanya masih ditahan atau tidak. Mereka diamankan saat kejadian dan diperiksa. Kalau memang tidak terbukti keterlibatan mereka berdua, ya akan dilepaskan,” tuturnya.

Di sisi internal, terang mantan Wakil Direktur (Wadir) Lalu Lintas Polda Sumut itu, sudah dilakukan  Personil Brimob Detasemen C Sipirok, yang melakukan pengamanan disana, dimintai keterangannya. Pemeriksaan tersebut, juga untuk memastikan apakah penembakan yang dilakukan sesuai prosedur tetap atau tidak. “Personil Brimob yang jaga disana dan saat kejadian ada 5 personil. Info yang saya terima, 4 personil sudah diperiksa,” jelasnya.

Seperti diketahui, peristiwa yang terjadi Kamis (2/2) lalu itu, berawal dari pemblokiran jalan oleh warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu Riau, sekitar 200 orang itu atas aktifitas yang dilakukan oleh karyawan PT MAI dengan menggunakan 2 unit alat berat. Warga protes aktifitas karena dilakukan diatas lahan yang yang masih disengketakan kedua belah pihak. Antara warga dan karyawan PT MAI pun terlibat pertengkaran, hingga kerusuhan tak dapat terelakan. Akibatnya, 6 warga tertembak peluru, sedangkan 2 petugas keamanan PT MAI dan 4 personil Brimob mengalami luka bacok.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Judi Togel Marak di Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*