Polisi Diminta Serius Ungkap Kasus Bendung Pulo Payung

Palas. Direktur Eksekutif Palas Centre, Ahmad Kamil Lubis, meminta pihak kepolisian bertindak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi pembangunan Bendung Pulo Payung di Desa Pinarik, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas (Palas). “Indikasi kerugian negara sudah jelas, karena sekarang proyek dengan pagu anggaran Rp 2 miliar itu, tidak selesai dikerjakan seperti perencanaannya,” kata Kamil Lubis yang dihubungi MedanBisnis, Kamis (30/7).

Proyek yang direncanakan untuk mengairi 300 hektare areal persawahan itu, dikerjakan pada tahun 2013 lalu. Namun, proyek itu hancur karena diterjang banjir dan akhirnya tidak dilanjutkan lagi. Padahal, uang sudah dicairkan lewat pengusulan pencairan oleh Dinas Pekerjaan Umum Palas ke Dinas Pengairan Provinsi Sumatera Utara.

“Sebab, seperti diketahui, dana untuk pembangunan sumber air irigasi tersebut dianggarkan melalui bantuan daerah bawahan (BDB) Provinsi Sumatera Utara,” kata putra kelahiran Sosa ini.

Apa pun alasannya, kata Kamil, seharusnya proyek pemerintah yang ditujukan untuk bisa dimanfaatkan masyarakat harus diselesaikan. Biar pun karena banjir, pengerjaan harus dilanjutkan sampai dengan selesai. “Setiap pekerjaan itu kan ada survei investigasi dan desain. Jadi, tidak ada proyek gagal bangun seharusnya,” kata mantan Bendahara Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut itu.

Kamil menegaskan, jika penanganan kasus ini tidak tuntas di kepolisian, seharusnya diambil oleh kejaksaan. “Diharapkan kasus ini take over oleh kejaksaan kalau memang tidak tuntas di kepolisian,” katanya.

Baca Juga :  Jalinsum Sosopan Putus Total

Sebelumnya, Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Parluatan Siregar membenarkan, pihaknya sedang melakukan penanganan atas kasus ini. “Masih proses itu,” ungkap Parluatan saat disinggung perkembangan penyelidikannya, seperti juga banyak dilansir media di daerah ini.


MedanBisnis -(maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*