Polisi: Kerusuhan di Madina pertikaian kelompok masyarakat

Sumber: www.waspada.co.id

300px Color icon red.svg Polisi: Kerusuhan di Madina pertikaian kelompok masyarakatMEDAN – Kerusuhan yang menghancurkan sejumlah aset PT Perkebunan Sumatera Utara di desa Simpang Koje kecamatan Lingga Bayu kabupaten Mandailing Natal disebabkan adanya pertikaian kelompok masyarakat.

“Peristiwa itu terjadi karena adanya pertikaian yang berlarut-larut,” kata kabid humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar, tadi malam.

Dijelaskan, setelah adanya kerusuhan yang terjadi di Mandailing Natal (Madina), Senin (26/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Oegroseno, langsung turun ke lokasi pada Kamis (29/4) dan berdialog dengan pihak-pihak yang terlibat dalam persitiwa tersebut.

Dalam dialog itu diketahui adanya dua kelompok masyarakat yakni masyarakat kecamatan Lingga Bayu dan kecamatan Natal yang bertikai memperebutkan pengelolaan plasma di area PT Perkebunan Sumut.

Permasalahan itu berlarut-larut dan belum diselesaikan karena adanya pemekaran kecamatan yang menyebabkan masyarakat Natal tidak dianggap ikut serta dalam pengelolaan plasma tersebut.

“Akhirnya terjadi kerusuhan yang menimbulkan kerugian sekitar Rp2 miliar itu,” katanya.

Dikatakan, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno telah mendatangi kelompok masyarakat Lingga Bayu yang menerima imbauan pihak kepolisian agar menghormati hukum.

Namun lain halnya ketika berdialog dengan kelompok masyarakat Natal yang dinilai kurang kooperatif dan ingin menempuh jalan pintas dalam menyelesaikan masalah.

Malah, katanya, kelompok masyarakat itu meninggalkan lokasi dialog dan memblokade jalan agar arus keluar masuk daerah Natal menjadi terganggu.

Baca Juga :  Luat Lombang Hasilkan Kemiri 1,5 Ton per Minggu

Aksi blokade jalan tersebut berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB sehingga kendaraan dan masyarakat yang ingin keluar atau memasuki daerah Natal menjadi terhalang.

Agar aktivitas di Natal kembali pulih, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, memimpin langsung upaya membuka blokade jalan itu melalui dialog dengan masyarakat.

Namun sebagian masyarakat Natal justru menolak dibukanya blokade itu dan melempari rombongan kapolda dengan batu sehingga mengenai salah seorang personel Satuan Brimob Polda Sumut.

“Namun meski tidak memerintahkan adanya penembakan, pak kapolda berhasil menenangkan situasi,” katanya.

Disebutkan, pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan adanya kelompok tertentu yang disinyalir berada di luar Natal dan Lingga Bayu yang menggerakkan kerusuhan itu.

“Untuk sementara waktu, kita telah menahan tiga pelaku kerusuhan,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*