Polisi: Korban Perkosaan ‘di Angkot D01’ Berbohong

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan JM, 18 tahun, tak benar-benar mengalami pemerkosaan di Kebayoran Lama. “Karena takut ketahuan keluarga, dia memberikan keterangan palsu,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, saat dikonfimasi Ahad, 29 Januari 2012.

Menurut Rikwanto, mahasiswi kebidanan itu berbohong karena takut telah melakukan hubungan intim di luar nikah bersama SW, 23 tahun. JM malu ketahuan keluarganya yang berasal dari Dumai, Riau, karena selama ini dia dikenal gadis yang tak macam-macam.

Meskipun berbohong, depresi JM tak dibuat-buat. Rikwanto mengatakan kondisi depresinya bukan karena pemerkosaan, melainkan karena memberi keterangan palsu. Saat ini JM sudah dikembalikan ke keluarganya, setelah selama beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Awalnya JM mengaku peristiwa itu terjadi saat ia menuju rumah kakaknya di Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat, 20 Januari 2012. Dari tempat kosnya di Cipulir, gadis itu naik angkot C01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama. Setiba di halte Kebayoran Lama, JM turun dan akan berganti angkot D01 jurusan Kebayoran Lama-Ciputat.

Saat menunggu di halte, lima laki-laki menggoda JM. Karena takut, JM berlari ke arah rel kereta api. Tiba-tiba dari belakang dia dipukul dan pingsan. Keesokan harinya, ketika terbangun, dia merasakan sakit di badan. Resleting celananya terbuka dan ada ceceran diduga sperma di perut. Saat itu dia mengaku baru sadar telah diperkosa.

Baca Juga :  "UMP Sudah Naik, Sebenarnya Buruh Maunya Apa?"

SW memiliki versi cerita lain. Dia dan JM mengadakan pertemuan dan jalan-jalan pada hari Jumat itu. Karena kemalaman, SW dan JM pergi ke kamar kos teman SW yang berinisial D di Ciputat. D pergi sehingga SW dan JM hanya berduaan di kamar kos. Sekitar pukul 24.00, menurut keterangan SW, mereka mulai melakukan hubungan badan. Hal itu berulang sampai empat kali. Pada pagi hari, SW dan JM sempat mandi secara bergantian dan sarapan di restoran Padang dekat kamar kos. Setelah itu, SW mengantarkan JM naik angkutan umum ke arah Kebayoran Lama. JM pulang ke kamar kos, begitu pula SW.

Ada beberapa keanehan yang ditemukan polisi selain berdasarkan keterangan SW. Tidak adanya saksi dan bukti di TKP semula, yaitu halte Kebayoran Lama dan rel kereta api dekat Pasar Kebayoran Lama. Padahal dua tempat tersebut biasanya ramai orang lalu-lalang. Setelah dilakukan pemeriksaan bukti dan saksi, ternyata pernyataan SW yang benar. JM bukan diperkosa oleh SW, tapi melakukan hubungan suka sama suka. Akhirnya JM mengaku bahwa dia berbohong karena malu dengan keluarganya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*