Polisi Siksa Korban Salah Tangkap Hanya untuk Iseng

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Pemukulan terhadap Rudi Hartono (24), warga Dusun Bangkal, Desa Lembung, Kecamatan Galis, oleh A, salah satu anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan, pada Minggu (29/9/2013), dianggap sebagai tindakan iseng. Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Reskrim Polres Pamekasan Ajun Komisaris  Muhammad Nur Amin.

“Anak-anak biasa kalau ada pemeriksaan suka iseng dengan menampar,” kata Ajun Komisaris  Nur Amin, Selasa (1/10/2013).

Rudi Hartono, korban salah tangkap Polres Pamekasan. | KOMPAS.com/Taufiqurrahman

Kendati demikian, Ajun Komisaris Nur Amin menyatakan bahwa pelaku pemukulan akan tetap diproses sesuai dengan aturan di internal kepolisian.

“Anggota kami nanti akan diberikan sanksi. Sanksi itu bisa berupa teguran secara lisan, tertulis, atau bahkan bisa penurunan pangkat sesuai hasil pemeriksaan Unit Propam.”

Pemukulan terjadi karena Rudi dituduh telah melakukan penipuan dalam transaksi mobil dengan Suparto, warga Jalan Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar, Minggu kemarin. Rudi merupakan korban salah tangkap yang dilakukan anggota Satuan Reskrim Polres Pamekasan.

Rudi digiring ke Polres Pamekasan pada Minggu kemarin karena laporan Suparto. Saat digiring ke kantor polisi, Rudi mengelak tuduhan penipuan karena dia hanya buruh tani garam dengan penghasilan Rp 20.000 per hari. Setibanya di Polres, Rudi diinterogasi dan mengelak semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Karena mengelak, Rudi kemudian dipukuli sampai tiga kali di bagian rahang kanan. Akibatnya, rahang kanan Rudi bengkak sehingga sulit untuk mencerna makanan selama tiga hari.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  KPK Ajukan Banding Kasus Anggodo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*