Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kisruh di Tambang Emas Madina

Komisaris Besar Boy Rafli Amar

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi telah menetapkan lima tersangka atas kerusuhan massa di lokasi pertambangan emas milik PT Sorikmas Mining di Desa Humbang, Naga Juang, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Tersangka ditetapkan setelah Polda Sumatera Utara mengamankan 11 orang yang sebelumnya diduga kuat melakukan aksi kekerasan.

“Lima orang tersebut inisialnya YS, PT, YP, SF, dan MN,” urai Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Senin (9/7/2012).

Polisi menyita barang bukti berupa sejumlah batu, ketapel, martil, pahat, dan rekaman video yang diambil saat peristiwa terjadi.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi pada Sabtu (7/7/2012). Aksi ini diduga terjadi setelah adanya tuntutan dari masyarakat untuk meminta ganti rugi terkait pembebasan lahan. Saat itu terjadi bentrok antara warga dan petugas keamanan PT Sorikmas Mining. Beberapa orang pun terluka atas kejadian tersebut.

“Kapolres Madina terkena lemparan batu di bagian tangan, kemudian satu anggota Brimob terkena lemparan batu di kepala. Masyarakat sendiri terkena luka tembak peluru karet, terkena lemparan batu, luka bacok, dan luka bakar terkena gas air mata,” ujar Boy.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Hendaknya Polisi lebih mengedepankan unsur keperpihakannya sebagai pelayan masyarakat bukan pelayanan satu pihak. Dan Polisi juga perlu menghubungkannya dengan Laporan Lingkungan yang di Audit sesuai Standar Pelaporan Perusahaan yang berlaku, lalu menghubungkan dengan sebab akibat dari kejadian ini. Jadi tidak semerta-merta hanya menetakpan tersangka yang hanya merugikan masyarakat dan menunjukkan kesan bagi masyarakat polisi membela pihak yang kuat/investor.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*