Polres Asahan Bongkar Pengoplosan Gas Elpiji

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kasat Reskrim, AKP Dian Indra Prabudi dan Kanit Tipiter Ipda Rianto memaparkan pengungkapan penyalahgunaan barang-barang bersubsidi, Kamis (28/5). – (Analisa/Awaluddin) PAPARKAN:

Kisaran, Sat Reskrim Polres Asahan  menggerebek salah satu rumah di Sentang Sei Dadap, yang dijadikan sebagai tempat pengoplosan gas elpiji ukuran 3 Kg ke tabung gas ukuran 12 Kg, Kamis (28/5) sekitar pukul 17.00.

Dari penggerebekan itu, pihak kepolisian  mengamankan E alias D (23) yang tercatat sebagai salah seorang karyawan perkebunan, berikut sejumlah barang bukti  15 karung plastik, 15 bungkus es batu yang sudah mencair, 21 tabung gas elpiji ukuran 12 kg dan 124 tabung gas elpiji ukuran 3 kg.

“Tersangka berikut barang bukti telah kita amankan,” ungkap AKBP Tatan Dirsan Atmaja yang baru  menjabat sebagai Kapolres Asahan, Kamis (28/5).

Didampingi Kabag Sumda, Kompol B Sijabat, Kasat Reskrim, AKP Dian Indra Prabudi dan Kanit Tipiter, Ipda Rianto, Kapolres mengatakan, pengungkapan ini merupakan bagian dari program kerja 100 hari Kapolri dalam hal pemberantasan penyalahgunaan barang-barang bersubsidi.

“Pemberantasan penyalahgunaan barang-barang bersubsidi, termasuk di dalamnya gas elpiji ukuran 3 Kg merupakan aplikasi dari program kerja 100 hari Kapolri,” ungkap Tatan dalam paparan pertamanya kepada wartawan.

Diakuinya, tindakan yang dilakukan tersangka merupakan kejahatan besar yang bisa ditindak dengan sanksi hukuman lima tahun tahun penjara, sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) huruf a dan b dari UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Baca Juga :  Surat Dari Tano Tombangan - Suara Masyarakat Tano Tombangan

Hasil interogasi yang dilakukan pihaknya, tersangka melakukan aksi itu dengan bantuan media yang sederhana, dan memiliki keberanian memindahkan isi gas tabung ukuran 3 kg, ke tabung ukuran 12 kg.

“Isi empat tabung ukuran 3 kg dijadikan satu ke tabung ukuran 12 kg, dan tersangka mendapat keuntungan Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu pertabung,”ungkap Kapolres.

Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi menjelaskan, terbongkarnya kasus ini berkat informasi yang disampaikan masyarakat.

“Kita dapat informasi, kemudian dilakukan penyelidikan baru kemudian digrebek rumah tersangka,”jelas Dian.

Tersangka yang  memperagakan cara menyuling gas elpiji itu mengakui, mendapat pengetahuan tentang pengoplosan  itu dari internet.

“Saya mengetahui cara dengan alat yang sederhana melalui internet,” ungkap tersangka. (aln)


Analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*