Polres Madina Gagalkan Peredaran Ganja Antar Provinsi

Panyabungan, Satu Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) menangkap dua pengedar ganja antar provinsi di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (07/07/2011). Dari tangan tersangka diamankan 3 kilogram ganja kering dan satu unit sepeda motor nomor polisi BA 6212 LA.

Kedua tersangka pengedar ganja antar provinsi tersebut, ZR (21) dan EN (27). Keduanya berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Awalnya, dari tangan tersangka diamankan 3 kg ganja kering. Hasil penyisiran petugas berkisar 10 meter dari lokasi penangkapan, petugas Sat Narkoba kembali menemukan 9 kg ganja di dalam tas warna hitam yang diduga milik kedua tersangka. Barang itu diduga sengaja dibuang.

Kapolres Madina AKBP A Fauzi Dalimunte SIK di Mapolres Madina, Jumat (08/07/2011) mengatakan, keberhasilan Sat Narkoba Polres Madina menangkap pengedar ganja antar provinsi ini awalnya karena polisi curiga atas tindak-tanduk kedua tersangka saat melintas di jalan raya. Merasa curiga, petugas yang melakukan razia rutin jelang Ramadhan, langsung memeriksa kedua tersangka tepatnya di Desa Parbangunan di depan Gedung Serba Guna.

Saat diperiksa, petugas menemukan 3 kg ganja kering di tangan mereka yang dibungkus dalam tas. Petugas lantas melakukan penyisiran. Dari hasil pengembangan itu petugas menemukan 10 kg ganja lagi. Setelah itu tersangka dibawa ke Mapolres Madina untuk dimintai keterangan.

Masih kata Kapolres, sebelumnya Polres Madina juga telah menemukan 9 kg ganja kering di Siram-ram, Desa Jambur, Kecamatan Panyabungan Utara pada 24 Juni 2011 lalu. Namun ketika itu polisi tidak menemukan pemiliknya. Keberadan ganja itu diketahui atas laporan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Tambang Emas G-Resources Hancurkan Hutan Batang Toru

Lanjut Kapolres, akhir-akhir ini Polres Madina sedang gencar memberantas penyakit masyarakat khususnya narkoba. Tersangka akan dikenakan Pasal 111 Undang-undang No 35 Tahun 2010.

“Untuk bandar yang berada di sini kita masih melakukan penyelidikan, kita akan berusaha menangkap bandar yang berada di Madina,” kata Kapolres.

Sementara tersangka ZR yang berhasil dikonfirmasi mengaku mereka berangkat dari Bukit Tinggi jam 9 malam. Tujuannya untuk membeli ganja di Madina. Mereka naik sepeda motor Vario dan setelah sampai di Madina langsung ke TKP yakni Desa Sipaga-paga.

Masih pengakuan tersangka, mereka membeli ganja perkilonya seharga Rp1,5 juta, dan kalau dijual di Bukit Tinggi Rp2,2 juta per kilonya. Dari pengakuan tersangka, aksi ini baru pertama mereka lakukan. (BS-026)

(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*