Polres Madina Musnahkan 29 Kg Ganja dan 4.500 botol Miras

5631345ae1270dc9fe3bce6cc84224c587c6463 Polres Madina Musnahkan 29 Kg Ganja dan 4.500 botol Miras
Barang bukti ganja dan ribuan botol miras yang dimusnahkan di halaman Mapolres Madina, Senin (28/6).

Menjelang peringatan HUT Bhayangkara ke-64 sekaligus memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, Polres Mandailing Natal (Madina) memusnahkan atau membakar 29 kilogram (Kg) narkotika jenis ganja dan 1.000 batang ganja, serta 4.511 botol minuman keras. Polres juga menggelar donor darah yang bertempat di Mapolres Madina, Senin (28/6).

Sejak Senin pagi sekira pukul 05.00 WIB, jajaran Polres Madina telah mempersiapkan barang bukti (BB) kriminal yaitu ganja dan minuman keras hasil operasi Polres terhitung sejak awal tahun 2010 dan sebagian kecil sisa hasil operasi tahun 2009. Di mana prosesi pemusnahan BB kriminal tersebut disaksikan langsung ratusan masyarakat dan juga pejabat Pemkab Madina yang diwakili Sekdakab Gozali SH serta muspida plus seperti Kajari, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Panyabungan, Kalapas dan sebagainya.

“Melalui pemusnahan BB ini diharapkan seluruh masyarakat Madina melihat jelas bahwa Polres selalu tanggap dan stand by dalam hal pemberantasan segala jenis narkoba,” kata Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk dalam pidatonya.

Diutarakan Kapolres, pemusnahan narkoba dan miras tersebut merupakan wujud kepedulian Polres terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Madina yang telah menjamur dan memperingati Hari Anti Narkoba Internasional. Di samping itu pemusnahan ganja dan miras ini dalam menyambut HUT Bhayangkara ke 64 yang akan berlangsung pada Kamis (1/7) mendatang.

“Kita ketahui bahwa Kabupaten Madina dikenal sebagai produksi ganja dan telah banyak tersebar lahan ganja di Madina terutama di lokasi pegunungan Tor Sihite. Sebagai wujud keprihatinan Polres atas peredaran narkoba dan mengingat Hari Anti Narkotika Internasional serta HUT Bhayangkara, maka proses pemusnahan 29 Kg ganja dalam paket dan 1.000 batang ganja kering dan 4.511 botol minuman keras dari berbagai merek dilakukan dengan disaksikan seluruh lapisan masyarakat,” tukas Hirbak.

Baca Juga :  Dana Fungsional Guru Kemenag Madina Belum Bisa Dicairkan

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, berdasarkan peninjauan pihaknya, pemakai atau pecandu narkoba di Madina masih minim. Namun wilayah Madina dikenal dengan produksi ganja dengan lahan yang mencapai puluhan hectare, di mana sebagian besar sudah dimusnahkan melalui operasi-operasi yang dilakukan beberapa bulan terakhir.

“Pengguna atau pemakai ganja di Madina belum tergolong banyak meskipun masyarakat saat ini ada yang pemakai. Tapi yang paling santer adalah produksinya. Bahkan Madina sudah dikenal menyamai bahkan lebih banyak memproduksi ganja daripada Aceh. Dan BB ini adalah hasil dari operasi sejak awal tahun 2010 dan sebagian lagi dari sisa hasil operasi tahun 2009,” terang Kapolres.

Polres Madina, tutur Kapolres, mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari segala jenis barang haram baik narkoba, minuman keras atau bentuk lainnya. Sebab barang haram itu memiliki dampak yang sangat luas, yakni dengan mengonsumsi narkoba dan miras akan menghilangkan akal sehingga mudah terjadi perkelahian dan perusakan di tengah-tengah masyarakat serta kenakalan lainnya kerap terjadi. Inilah pemicu terjadinya problem-problem hukum.

Hal senada dikatakan Ketua PN Panyabungan Irwan Efendi SH MH. Disebutkannya, saat ini perkara yang banyak terjadi di Indonesia khususnya Kabupaten Madina adalah kasus narkoba. Dijelaskan Irwan, saat ini masih banyak lagi barang bukti jenis narkoba dalam proses pemeriksaan di Kejaksaan dan PN.

“Jumlah yang ada (dimusnahkan, red) saat ini bukanlah jumlah keseluruhan narkoba yang ada. Masalah narkoba sudah menjadi kasus besar di Indonesia. Saya imbau masyarakat mari mendukung kinerja Polres Madina dalam pemberantasan narkoba. Kita juga harus berterima kasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), di mana kita ketahui BNN sesuai Undang-Undang memiliki fungsi untuk menangkap peredaran narkoba meskipun di Madina baru saja ada,” terang Irwan.

Baca Juga :  Pejabat Pemko Medan Adakan Sidak Kantor Pemko Sepi

Pemusnahan BB jenis narkoba dan minuman keras ini berlangsung mulai dari pagi hari hingga selesai sekira pukul 11.30 WIB. Kedua BB ini dimusnahkan di halaman Mapolres Madina dengan menggunakan alat berat, begitu juga dengan ganja yang dibakar di halaman Mapolres. Usai pemusnahan ganja dan miras, Kapolres juga menggelar donor darah dengan anggota Polres Madina di aula dengan dimotori oleh Palang Merah Indonesia Kabupaten Madina.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/29_Kg_Ganja_Dimusnahkan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*