POLRES MADINA RAZIA PERAMBAHAN AREAL HPH TELUK NAULI

Muara Batang Gadis, apakabarsidimpuan.com

Keributan perambahan ribuan Ha areal HPH kini IUPHHK PT. Teluk Nauli di perbukitan Laba Onas Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) akhirnya ditanggapi Polres Madina. Dipimpin Kasat Reskrim AKP S. Siregar dan didampingi tim Polhut Pemkab Madina, sebanyak 30 Sabhara merazia ribuan Ha perambahan bahkan pembakaran hutan negara yang merajalela belakangan ini.

5128168654 722be28432 POLRES MADINA RAZIA PERAMBAHAN AREAL HPH TELUK NAULI
Kawasan hutan negara di areal HPH Teluk Nauli di Laba Onas diduduki Keluarga Besar GH.

Razia yang dilakukan Hari Rabu (27/10) ternyata ketahuan sudah bocor ke kalangan perambah, sehingga ribuan Ha hutan negara yang habis ditebangi dan dibakari serta dipenuhi pondok para perambah telah ditinggalkan. Terakhir hanya 2 (dua) orang tukang chainsaw asal Kabupaten Tapsel berikut 2 unit chainsaw dan puluhan keping papan yang masih segar barun siapdiolah, ditangkap dan disita Tim Razia Polres Madina.

Sementara pondok-pondok perambah lain yang disebut-sebut merambah dan menduduki ribuan Ha hutan negara seperti Ch pemilik Hotel Malibu Kota Tebingtinggi, Pasaribu dan Sitompul dari Kota Sibolga, cukong Limpe asal Kota Medan, semuanya sempat lolos menyembunyikan diri.

Kedua tukang chainsaw yang tertangkap dan ditanya aktifis LSM ALARM, mengakui mereka asal Sayur Matinggi Kab. Tapsel dan datang merambah karena disuruh dan digaji pengusaha GH asal Pargarutan Kab Tapsel, akhirnya diboyong ke Panyabungan untuk menginap di sel tahanan Polres Madina.

Sumber yang dekat dengan pengusaha GH menyebutkan bahwa pendudukan dan perambahan tersebut didasari surat akta jual-beli tanah di hutan negara yang dibuat almarhum Camat MBG Zulkifli Nasution dan almarhum Kades Batumundom, Thamrin Nasution pada tahun 1997.

Baca Juga :  Masyarakat Gunung Baringin, Penyabungan Harapkan Pembangunan Rambin

Terungkap pula 2 minggu sebelumnya Tim Polhut Pemkab Madina juga sudah merazia ke lokasi perambahan di Laba Onas, berhasil menyita 6 (enam) unit chainsaw tetapi semua tukang chainsaw malah dilepas begitu saja.

Bagaimana pengembangan pengusutan dan penyidikan Polres Madina terhadap kejahatan perambahan dan pembakaran hutan negara di Laba Onas, masih terus dipantau oleh LSM ALARM. (ArM)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*