Polres Sidimpuan Grebek Pembalak Liar

P. Sidimpuan, Polres Padangsidimpuan, Selasa (10/5) menggrebek pembalakan liar di kawasan hutan produksi Desa Simirik Kecamatan Sidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan.

Dalam operasi tersebut, satuan Satreskrim Polres Sidimpuan bersenjata lengkap mengamankan 25 orang pelaku pembalakan dan sejumlah barang bukti berupa ratusan kubik kayu vinus bulat , tiga unit truk coltdiesel, satu unit loren taft badak dan dua sinsow.

Kapolres P Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Fahrizal SIK kepada Analisa d mengatakan, penggrebekan dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebut, kawasan hutan Desa Simirik mulai gundul akibat maraknya pembalakan liar.

“Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan terlebih dahulu melakukan pengintaian sejak pukul 05.00 pagi di dekat lokasi. Setelah mendapatkan cukup bukti sekira pukul 10.00 WIB menggrebek para pembalak liar saat beroperasi, ” ujarnya.

“Dari pengembangan hasil introgasi 25 orang tersebut, kemudian diketahui jika lahan hutan produksi itu memiliki dua lahan yang memiliki izin yang berbeda. Izin pertama atas nama ZS sedangkan lahan kedua ASS, “katanya.

Dijelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara diketahui batas izin kawasan yang dimiliki keduanya telah melewati batas yang telah ditentukan Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemko Sidimpuan.

“Hal itu kita ketahui setelah melihat titik kordinat batas kawasan hutan yang memiliki izin keduanya, “terangnya sembari menyebut untuk untuk sementara para pembalak liar tersebut beserta barang bukti diamankan di Mapolres P. Sidimpuan guna penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Pengusaha Batu Bata Padangsidimpuan Pusing Harga Jeblok Pembeli Juga Sepi

Staf Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemko P. Sidimpuan Irwan Hanafi yang turut berada dilokasi penggerebakan mengakui, jika dikawasan itu banyak terjadi pembalakan liar, namun dia menolak jika penebangan di kawasan ini dikategorikan pembalakan liar.

“Khusus kawasan ini, ZS dan ASS memiliki izin resmi untuk melakukan penebangan kayu, “terangnya.

Terpisah, JS (30) salah seorang supir pengangkut kayu diduga hasil pembalakan liar itu mengungkapkan, dia tidak tahu menahu mengenai legalitas penebangan kayu tersebut.

“Saya hanya ditugaskan mengangkut kayu dari kawasan ini ke lokasi penampungan. Selebihnya saya tidak tahu menahu,” katanya.

Disebutkan, dirinya baru bergabung selama tiga pekan dalam mengangkut hasil kayu dikawasn ini. ” Setiap truk rata-rata dibayar Rp2 Juta, ” terangnya. (hih)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*