Polres Sidimpuan Harus Jadi Rahmat Bagi Masyarakat

228151246 c9c2372dd2 Polres Sidimpuan Harus Jadi Rahmat Bagi Masyarakat
Illustrasi

Polres Padangsidimpuan harus mampu menjadi rahmat bagi masyarakat (rahmadinass) untuk menepis rasa pesimis terhadap personil dan institusi Polri pada umumnya.

“Tunjukkan jika Polres P. Sidimpuan adalah rahmat bagi masyarakat, sehingga rasa pesimis itu terkikis dengan sendirinya. Berbuatlah karena Tuhan dan tanggung jawab tugas, “ujar Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik SIK.MSi, dalam Gelar Kinerja Polres P. Sidimpuan di ruang kerjanya, Rabu (9/3).

Dikatakan, ada beberapa faktor penyebab yang membuat masyarakat tidak percaya terhadap Polri diantaranya, penampilan yang kurang meyakinkan, tingkah perbuatan dan kehadirannya di tengah masyarakat tidak memberikan rasa aman dan nyaman.

Selanjutnya, pemahaman yang kurang terhadap tugas pokok dan fungsinya sebagai Polisi, kinerja kelembagaan yang tidak baik, dan kurangnya pengelaraan anggota Polri terhadap institusinya sendiri.

“Kita harus menjadikan Polres ini sebagai rahmat bagi seluruh warga Kota P.Sidmpuan. Kita harus mengubah penampilan menjadi lebih modren, profesional, mandiri, bermoral, patuh hukum, dan dipercaya masyarakat,” katanya.

Ditegaskan, kedepan tidak satupun anggota Polres P. Sidimpuan yang tidak tahu tugasnya serta tidak punya peran atau tidak diakui keberadaannya di Polres. “Jika sudah demikian, yakinlah Polres Sidimpuan akan dicintai masyarakat kota ini, ” terangtnya.

Terkait pemberantasan penyakit masyarakat seperti perjudian Kapolres menilai, tidak harus serta merta diproses hukum, karena itu hanya satu dari berbagai cara untuk memberantasnya.

Dijelaskan, masih ada cara lain untuk memberantas penyakit masyarakat tersebut yakni dengan melakukan gerakan moral melibatkan semua elemen masyarakat. Memberdayakan kearifan lokal, seperti melakukan pendekatan secara adat dan keagamaan.

Baca Juga :  Personil Brimob Dites Urine Mendadak

Kemudian tidak melakukan kolusi dengan para pelaku atau bandar judi serta perbuatan lainnya yang berkaitan dengan penyakit masyarakat. Jikapun harus diproses secara hukum, maka berbuatlah secara profesional, tidak diskriminatif, dan menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia (HAM).

“Belakangan ini saya mendengar, ada salah satu lingkungan di kota ini, yang membuat peraturan sendiri terhadap para pemain dan bandar judi. Dimana oknum yang memasang, menulis, atau bandar togel, akan dikucilkan. Jika meninggal, tidak akan diurus fardhu kifayahnya,” katanya.

Diharapkannya, pemerintah atau warga ditiap kelurahan, desa, dan lingkungan, mencontohnya. Atau membuat aturan tersendiri yang mengarah pada pemberantasan penyakit masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Meningkat

Sementara Kabag Ops, Kompol Darfin Purba dalam paparannya mengungkapkan, adanya peningkatan tindak pidana kriminal di Sidimpuan, dimana tahun 2010, setiap 14 jam terjadi 1 kriminalitas maka di 2011 setiap 11 jam sekali terjadi 1 kriminalitas.

Dijelaskan, selama Januari 2011, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) menangani 49 perkara dan 22 diantaranya sudah diselesaikan.

Pada Februari, perkara tindak pidana yang ditangani Reskrim meningkat. Yakni 54 perkara, dan 21 perkara sudah selesai atau dengan kata lain berkas dan tersangkanya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri P.Sidimpuan.

Sementara Satuan Narkoba menangani 3 perkara selama Januari (semua selesai) dan 3 perkara di Februari (belum selesai). Polsek Batunadua 1 perkara di Januari dan 3 selama Februari. Polsek Hutaimbari 2 di Januari dan 1 di Februari.

Jika ditotal secara keseluruhan, maka Polres Sidimpuan telah menangani 55 perkara selama 31 hari di Januari (25 selesai) dan 61 perkara selama 28 hari di Februari (22 selesai).

Baca Juga :  Cedera Rossi Lebih Serius dari Perkiraan

“Dari data ini dapat dirata-ratakan, pada Januari 2011 setiap 13 jam sekali terjadi 1 kriminalitas. Pada Februari meningkat menjadi setiap 11 jam sekali terjadi 1 kriminalitas. Sedangkan di 2010, tiap kriminalitas terjadi antara 14 sampai 19 jam sekali,” katanya.

Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik menambahkan, meningkatnya jumlah tindak kriminal yang ditangani Polres ditiap bulannya, bukan semata karena perbuatan kriminal yang semakin marak di kota ini. Tapi juga dikarenakan semakin meningkatnya kegiatan Polisi dalam penegakan hukum.

“Kita jangan terus berfikir kalau tindak pidana kriminal sudah semakin marak di kota ini. Tapi peningkatan ini juga bisa dikarenakan anggota Sat Reskrim dan Sat Narkoba semakin gencar melakukan tugas di lapangan. Sehingga yang selama ini tidak terdeteksi, menjadi ketahuan atau tertangkap,” terangnya. (hih) (analaisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*