Polres Tapsel Bekuk Kurir 47 Kg Ganja Asal NAD Yang Akan Dipasarkan ke Lampung

Polres Tapsel membekuk tersangka CH (58) kurir ganja antar propinsi di stasiun bus ALS Jalan Imam Bonjol Padangsidimpuan sekira pukul 13.00 wib, Rabu (13/10). Dari tersangka petugas mengamankan daun ganja sebanyak 47 pak atau sekira 47 kilogram yang dibalut lakban warna hitam untuk dibawa ke Lampung dengan cara diselipkan di tengah-tengah kardus rokok.

Tersangka kurir ganja antar propinsi asal NAD CH (pegang barang bukti) diapit petugas Sat Narkoba bersama barang bukti ganja sekira 47 kilogram yang ditangkap petugas di stasiun ALS Padangsidimpuan, Rabu (13/10). (Foto SIB/ Nimrot Siregar, SH ) Padangsidimpuan (SIB)

Keterangan dihimpun SIB, tersangka CH asal Keutapang desa Gampong Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara NAD ditangkap setelah petugas mendapat informasi, akan ada bus umum ALS tujuan Jakarta membawa penumpang asal NAD yang dicurigai membawa ganja.

Atas informasi itu maka tim gabungan i Polres Tapsel langsung melakukan sweeping di Jalinsum Sipirok untuk memeriksa setiap bus yag melintas. Namun petugas agak terlambat, karena bus ALS yang dicurigai membawa tersangka telah melewati Sipirok untuk transit di terminal bus ALS di Padangsidimpuan.

Petugas langsung melakukan pengejaran hingga ke Padangsidimpuan menemukan bus di stasiun Padangsidimpuan. Petugas tiba di stasiun curiga melihat tumpukan kardus rokok yang diletakkan di depan loket bus ALS tanpa diketahui siapa pemiliknya. Polisi langsung memeriksa kardus rokok yang dicurigai tersebut dan ternyata di tengah-tengah karton rokok yang kelihatan sudah dibelah didapati tumpukan ganja. Petugas langsung menanyakan kepada petugas loket siapa pemilik barang. Oleh pegawai loket dilaporkan bahwa pemiliknya sedang ganti baju di kamar mandi stasiun bus.

Baca Juga :  DPRD Tak Bisa Batalkan Hidayat-Dahlan

Tidak berapa lama saat petugas melakukan pengintaian di sekitar stasiun bus, tersangka terlihat mengangkat barang yang dicurigai tersebut dengan tujuan akan tukar bus menuju Lampung. Petugas langsung membekuk tersangka dan menginterogasinya. Dari hasil interogasi, tersangka mengakui kalau barang tumpukan kardus rokok yang didalamnya ada tumpukan ganja adalah milik tersangka yang akan dibawa ke Lampung.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bersama barang bukti ganja dibawa ke Mapolres Tapsel untuk bahan pengembangan kasus.

Kapolres Tapsel AKBP Subandrya, SH, MH yang dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba AKP Sabar Nainggolan bersama Kasat Reskrim AKP Waiman dan Kasat Intelkam AKP Jauhari Lumban Toruan membenarkan penangkapan kurir ganja antar propinsi asal NAD tersebut.

Dari pengakuan tersangka, perbuatan yang dilakukan tersangka ini sudah yang ke 3 kalinya, yang mana 2 kali tersangka berhasil lolos membawa ratusan kilogram ganja dari NAD ke Jakarta. “Untuk meloloskan ganja, tersangka selalu menggunakan bus umum dengan cara berganti bus di setiap stasiun.Tersangka juga mengaku kalau ia hanya sebagai kurir dengan bayaran Rp.5 juta bila barang bawannya tiba di tempat. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 111 ayat 2 Jo pasal 114 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara, maksimal seumur hidup, “ ujar Kasat.

Sumber: http://hariansib.com/?p=146062

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Veteran dan Ulama Tapsel Dukung Kantor Bupati di Kilang Papan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*