Polresta Padangsidimpuan Razia Senpi dan Sajam Di Perbatasan

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kota Padangsidimpuan (Psp) menggelar razia senjata api (senpi), senjata tajam (sajam), Kamis (23/9) di perbatasan antara Kota Psp dengan Kabupaten Tapanuli Selatan tepatnya di Desa Pal IV Maria, Kecamatan Psp Hutaimbaru. Razia yang menurunkan personel dari semua bagian dan satuan itu sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi warga Psp.

Razia yang dipimpin Wakapolresta Psp, Kompol Mara Dolok Siregar dan menurunkan 40 personel itu diarahkan kepada mobil yang melintas dengan kondisi tertutup ataupun mobil yang mengangkut barang juga dengan kondisi tertutup.

Targetnya untuk memeriksa kartu identitas pengemudi dan penumpang mobil dan juga barang bawaan mobil atau penumpang.

Kabag Ops Polresta Psp, Kompol Raflin Purba didampingi Kasat Samapta AKP E Simamora, Kanit P3D Iptu Rudy S dan sejumlah perwira Polresta Psp lainnya kepada wartawan mengatakan, razia ini dilaksanakan sesuai perintah Kapolresta Psp, AKBP Roni Bahtiar Arief. Yakni, untuk mengantisipasi ancaman keamanan di wilayah hukum Polresta Psp khususnya pasca kejadian penembakan tiga aparat kepolisian di Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang hingga tewas.

Selain itu, dikatakannya, razia itu juga sesuai instruksi pimpinan kepada seluruh jajaran personel Polresta Psp untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kemudian kepada petugas piket untuk selalu siap senjata, dan dalam berjaga untuk tidak lengah dan juga teliti dalam mengenali setiap pengunjung yang datang ke Mapolresta ataupun Mapolsek.

Baca Juga :  Menggali Swadaya, Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

Ditambahkannya, setiap harinya akan dilaksanakan patroli oleh semua satuan dari Polresta Psp untuk melihat kondisi keamanan Kota Psp.

Lebih lanjut diutarakannya, dalam 1 kali dalam 12 jam, jumlah petugas piket dari semua satuan di Mapolresta Psp sebanyak 16 personel. Jumlah petugas piket tetap atau tidak mengalami penambahan setelah peristiwa penembakan tiga personel Polsek Hamparan Perak tersebut. Hanysa saja, petugas lebih meningkatkan kewaspadaan. Raflin menuturkan, operasi itu merupakan operasi rutin Polresta Psp dan akan terus dilakukan. Bahkan juga terkadang dilaksanakan secara mendadak untuk melihat kondisi terkini keamanan di Kota Psp.

Pantauan METRO, dalam razia ini sejumlah kendaraan pribadi distop untuk kemudian penumpang dan isi kendaraan diperiksa, begitu juga kendaraan umum yang melintas. Razia yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB-16.00 WIB ini berjalan lancar. Petugas tidak menemukan senpi, sajam atau senjata berbahaya lainnya.

Sementara itu Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH kepada METRO, Kamis (23/9) melalui telepon selulernya mengatakan, antisipasi yang dilakukan oleh pihaknya atas kejadian di Mapolsek Hamparan Perak beberapa waktu lalu adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dari seluruh personel. Selain itu kepada seluruh personel diperintahkan untuk semakin meningkatkan tekhnik menggunakan senjata yang dimilikinya, dan setiap personel diharuskan membawa senjatanya setiap saat untuk bisa melakukan tindakan secepatnya.

Ditambahkan Kapolres, penjagaan piket masih seperti biasa dilakukan dan tidak ada penambahan personel. Namun, Kapolres tidak menyebutk jumlah personel dalam setiap hari piket.

Baca Juga :  Polda Gelar Kasus Bupati Palas

Selain itu untuk di Polsek-Polsek di wilayah hukum Polres Tapsel, setiap penjagaan dan juga pengawasan setiap daerah di tingkatkan, dan juga setiap personel harus jeli melihat kondisi keamanan di daerahnya masing-masing.

Yang paling terpenting, menurut Kapolres Tapsel, adalah dengan memberdayakan polisi masyarakat (Polmas) di setiap daerah, sehingga masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan juga bagi masyarakat sekitar. Karena menurutnya Peristiwa yang terjadi di Hamparan Perak bukan hanya menjadi bagian dari tugas polisi namun merupakan tugas seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Polresta_Razia_Senpi_dan_Sajam_Di_Perbatasan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Yuk, dukung, Kapolresta Psp AKBP Andi S. Taufik, tidak mempan disuap terkenal di Psp dengan Tim 11 nya, polisi melanggar hukum pun disikat., libasssssss….teruzzzzz

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*