Polri Beberkan Alasan Penangkapan Susno

JAKARTA – Dalam materi jawaban gugatan praperadilan Komjen Susno Duadji, Mabes Polri menjelaskan dengan rinci alasan penangkapan dan penahanan jenderal bintang tiga itu.

Hal tersebut seperti dikatakan Kepala Divisi Pembinaan dan Hukum Mabes Polri Kombes Iza Fadri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).

Dirinya mengatakan, penangkapan Susno Duadji telah dilakukan berdasarkan bukti permulaan yang cukup, yakni adanya laporan polisi ditambah dengan satu alat bukti lainnya.

“Bukti permulaan yang cukup berdasarkan hal-hal berikut. Adanya laporan Polisi No.Pol: LP/272/K/IV/2010 bareskrim tanggal 21 April 2010. Adanya keterangan para saksi yaitu; Saksi Syahril Djohan, Saksi Haposan Hutagalung, Saksi M Dadang Apriyanto, Saksi Upang Supandi, Saksi Ahsanur, dan Saksi Syamsulrizal Mokoagouw,” jelasnya.

Selain itu, sebelum penangkapan petugas telah menunjukkan kepada Susno Surat Perintah Tugas No.Pol: SP.Gas/48.b/IV/2010/Bareskrim tanggal 21 April, kemudian memberikan surat tersebut kepada tersangka tapi Susno menolaknya menerima dan menandatangani surat penangkapan perintah tersebut.

Sementara itu alasan penahanan Susno Duadji salah satunya didasarkan oleh alasan subjektif, yakni sesuai Pasal 21 Ayat (1) yaitu keadaan yang menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, atau akan mengulangi tindak pidana.

Iza menambahkan, alasan penahanan Susno yang paling penting yakni adanya indikasi yang terlihat oleh Polri bahwa Susno tidak menunjukkan kerjasama yang baik.

Baca Juga :  Jenazah Sitor Situmorang Dipulangkan ke Indonesia

Alasan tersebut dicontohkan oleh Iza, ketika dipanggil sebagai saksi untuk menghadap pada 6 Mei 2010, Susno tidak datang dengan berbagai alasan yang tidak mendasar. Bahkan Susno juga akan berangkat ke Singapura.
(lam)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2010/05/25/339/336193/polri-beberkan-alasan-penangkapan-susno

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*