Polri copot Dirlantas Polda Metro dan Polda Jatim

[iklan size=’kiri’]Merdeka.com – Polri melakukan mutasi dua Direktur Lalu Lintas di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur. Kombes Nurhadi Yuwono dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya bidang PJR Korlantas Polri.

Posisinya digantikan Kombes Pol Restu Mulya Budyanto yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Sarana dan Prasarana Polda Kalimantan Timur.

Demikian isi Telegram Rahasia Nomor ST/977/V/2014 yang dikutip merdeka.com, Jumat (2/5).

Begitu juga Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hidayat dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang PJR Korlantas Polri. Jabatan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur akan diisi Kombes Pol Verdianto Iskandar Bitticaca yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Operasi Polda Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Operasi Polda Sulawesi Tengah akan diisi Kombes Pol Herry Rudolf Nahak yang kini menjabat sebagai analis kebijakan Madya Bidang STIK Lembaga Pendidikan Polri.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Sutarman belum mau terbuka soal operasi tangkap tangan yang terjadi di Polda Metro dan Polda Jatim. Namun dia memberikan sedikit petunjuk bahwa kasus tersebut berkaitan dengan pungutan liar.

“Enggak ada yang terjadi kita kan sudah perintahkan tidak ada pungutan di luar ketentuan. Kalau masih ada ya kita tangkap, kita ganti semua. Ya gitu saja,” jelas Sutarman kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/5).

Baca Juga :  Perusahaan "Software" Dunia Keluhkan Pembajakan di Indonesia

Kapolri mengancam jika kejadian di Polda Metro dan Polda Jatim itu terulang dia tidak segan mencopot oknum tersebut. Bahkan pemecatan bisa saja sampai ke petinggi Polri.

“Yang harus tanggung jawab kalau masih ada pungutan di luar, ya itu pejabatnya mulai dari kasubditnya mungkin ke kabagnya mungkin, dan sesdipnya sampai dengan dirnya harus dimintai tanggung jawab,” tandas dia.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*