Polri Kerahkan 79.154 Personel Perayaan Natal Dijamin Aman

PENGAMANAN NATAL DAN TAHUN BARU- Sejumlah Pasukan Brimob Polda Metro Jaya mengikuti gelar pasukan Operasi Lilin 2009 di Silang Monas, Jakarta, Selasa (22/12). Sejumlah personel Brimob dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2009 di Jakarta.

JAKARTA-METRO; Umat Kristiani yang hendak merayakan Natal tidak perllu khawatir dengan ancaman aksi terorisme. Mabes Polri menjamin, pelaksanaan perayaan tahunan ini bakal damai.

“Insya Allah, semua berjalan baik dan lancar,” ujar Wakil Kepala Divisi Humas Brigjen Sulistyo Ishak pada wartawan di kantornya kemarin. Korps Bhayangkara akan menggelar Operasi Lilin menjelang Natal dan Tahun Baru yang di mulai 24 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010. Sebanyak 79.154 aparat siap diterjunkan dalam operasi ini.

Hari ini akan dilaksanakan gelar pasukan di masing-masing Polda di seluruh Indonesia. “Efektif mulai 23 Desember pukul 00.00 WIB sudah dimulai,” kata jenderal bintang satu itu.

Kekuatan personel polisi sebanyak 79.154 orang. Sebanyak 560 diantaranya merupakan backup dari Mabes Polri dan sisa personel diserahkan ke masing-masing kepolisian daerah sesuai kebutuhan masing-masing. “Anggota Brimob ada 300 orang lalu 260 personel kita siapkan di kepolisian air dan kepolisian udara untuk mengantisipasi jalur udara dan laut,” kata Sulistyo. Sasaran utama operasi ini adalah warga yang sedang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Operasi akan dipusatkan di gereja, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Penjagaan juga dilakukan di rumah-rumah yang ditinggal pergi penghuninya. “Kami akan memberdayakan Brimob jika ada intensitas kejahatan yang dinilai tinggi. Kami juga melibatkan pihak-pihak dari lintas sektoral seperti Pemda dan TNI,” katanya.

Baca Juga :  e-KTP Terkendala di Teknisi

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merayakan Natal agar tidak membawa tas berlebihan karena akan merepotkan saat pemeriksaan. “Di gereja akan ada strerilisasi, bekerja sama dengan panitia gereja masing-masing,” katanya.

Mengenai penggunaan petasan, Sulistyo mengaku, seluruh jajaran Polda sudah melakukan pencariaan.”Kita juga punya data tempat-tempat yang disinyalir sebagai tempat pembuatan, dan itu sudah diantisipasi. Karena kami tidak ingin gara-gara petasan ada yang jadi korban,”katanya. (rdl/agm/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*