Polsek Sosa Ringkus Agen Judi KIM

Aparat Polsek Sosa berhasil meringkus agen penjualan kupon KIM berlambang burung elang, Minggu (4/7) di Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas.

Kapolsek Sosa AKP Mhd  Basyir melalui Kanit Reskrim Ipda Agus M Butar-butar, kepada BATAKPOS, Selasa (6/7) menjelaskan, keberhasilan mereka dalam meringkus agen penjualan kupon KIM berlambang burung elang tersebut tidak lain berkat adanya informasi dari masyarakat.

Permainan judi dengan pembelian kupon KIM berlambang elang  yang baru beredar empat hari (empat putaran) di wilayah Kecamatan Hutaraja Tinggi Palas, berhasil terungkap setelah tim Polsek Sosa berhasil  membuntuti pengutip rekap Suparno alias Rambo bersama kawannya Supriono ke mana menjemput rekapannya yaitu ke agen penjualan.

Sebelumnya, di rumah Jamal Sembiring (48) bersama istrinya Ummi Kalsum Nababan warga Desa Ujung Padang Kecamatan Huragi yang berprofesi sebagai agen penjualan kupon sudah terlebih dahulu diintai anggota Polsek Sosa hingga menunggu kehadiran penjemput rekapan Rambo bersama Supriono di warung Jamal selaku tempat kejadian perkara (TKP).

Dari tangan tersangka, unit Reskrim Sosa berhasil meringkus barang bukti (BB) 5 lembar kertas rekapan, 3 blok kupon merek burung elang, 1 buah buku tafsir mimpi, 1 buah pulpen, 1 buah buku tulis, 1 lembar nomor KIM putaran Singapura, 2 buah HP merek Nokia,  dari tersangka satu disita uang senila Rp. 25.000, dari tangan tersangka Suparno alias Rambo (49) BB 1 buah kalkulator merk Citizen, uang Rp 211.000, 3 lembar kertas rekapan bertulisan MM, dan 1 unit Honda Revo.

Baca Juga :  MA belum vonis kasasi perkara Rahudman

Menurut pengakuan tersangka Jamal yang dihimpun oleh Polsek Sosa menyatakan,  setiap proses manajemen perjudian berlangsung dengan sistem pembelian 1 lembar kupon dibeli seharga Rp1.000, 2 tebakan dengan hadiah Rp60.000, 3 tebakan hadiah Rp 300.000, dan 4 tebakan akan diberi hadiah Rp2.000.000.

Para tersangka kini dikenakan pada Pasal 303 ayat (1) ke (2e) jo 303 bis dari KUHPidana dengan pelanggaran terhadap pengadaan lokasi perjudian, dengan hukuman minimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp25.000.000.

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/15259/42/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*