Pondok Maksiat Menjamur di By Pass Sidimpuan

Analisa/hairul iman hasibuan. Ratusan pondok-pondok maksiat yang berdindingkan plastik maupun spanduk menjamur di sepanjang jalan By Pass Kota P. Sidimpuan.

Ratusan pondok-pondok berdindingkan plastik dan spanduk berukuran 2×2 m yang kerap dijadikan sebagai ajang maksiat menjamur di sepanjang Jalan By Pass Kota Padangsidimpuan.

Pantauan Analisa, Selasa (5/7), setiap menjelang siang hingga sore, jam kerja maupun hari libur, ratusan pondok maksiat itu dibanjiri pengunjung dewasa hingga anak di bawah umur.

Anehnya, para pemilik dan pengunjung yang datang tersebut terlihat sudah tidak lagi memiliki urat malu, meski lokasi pondok tersebut tepat berada di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

“Saya tidak habis pikir kenapa bisa-bisanya pondok-pondok makisat menjamur di kawasan terbuka. Apa mereka tidak punya urat malu lagi, “ujar Kodir (42) seorang pengendara roda dua yang kerap melintas di jalan By Pass tersebut.

Diakuinya, untuk mengobati rasa keingin tahuannya tentang apa yang dilakukan para pengunjung di pondok-pondok berdinding spanduk dan plastik serta berlantaikan papan itu, ia pernah menyewa pondok tepat di samping pondok dua pasangan muda yang tengah kasmaran.

“Alangkah terkejutnya saya waktu itu. Bayangkan saja, sepasang remaja yang masih duduk dibangku SMP dan SMA tengah melakukan hubungan intim,” ungkapnya sembari mengucap astagfirullah.

Sementara, salah satu ustad Kota P. Sidimpuan Muhammad Asroi Hasibuan menilai, menjamur pondok-pondok maksiat di kawasan Jalan By Pass merupakan salah satu tanda jika Allah mulai menarik urat malu manusia.

Baca Juga :  Satpol dan Mahasiswa Bongkar Paksa Pondok Maksiat di Tor Simarsayang

“Ini tanda-tanda akhir zaman, kemaksiatan sudah dianggap bukan hal tabu. Padahal bisa saja Pemko P. Sidimpuan maupun masyarakat sekitar membongkar paksa pondok-pondok itu. Tapi malah tidak dilakukan,” katanya.

Asori mengimbau Walikota P. Sidimpuan segera memerintahkan Satpol PP untuk melakukan razia penyakit sosial di kawasan Jalan By Pass sebelum azab Allah menimpa kota dalihan natolu ini.

Hal senada diutarakan aktivis Mahasiswa Islam Kota P. Sidimpuan M Syukri Pulungan yang menilai, menjamurnya pondok-pondok maksiat itu diakibatkan lemahnya pengawasan Pemko.

“Perda tentang maksiat sudah ada. Tapi kemaksiatan semakain merajalela. Ini bukti jika Pemko lemah,” katanya.

Dikatakan, seharusnya Pemko dapat belajar dari Polres P. Sidimpuan yang berhasil membersihkan tor Simarsayang dari pondok-pondok maksiat meski sekarang juga mulai kembali bermunculan.

Terpisah, Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik, S.IK, M.Si kepada Analisa mengungkapkan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan pihak Pemko P. Sidimpuan untuk kembali merazia pondok-pondok maksiat di daerah tersebut.

Diketahui, pondok-pondok maksiat di kawasan Jalan By Pass P. Sidimpuan itu mulai bermunculan sekitar dua bulan terakhir. (hih)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*