Ponpes Gunung Selamat Aek Nabara Tonga Memperingati 10 Muharram 1438 Hijriyah

Santri/Santriah Ponpes Gunung Selamat Saat Mendengarkan Tausyiah Dari Al-Ustad Marasamin Harahap,S.Pd.I
Santri/Santriah Ponpes Gunung Selamat Saat Mendengarkan Tausyiah Dari Al-Ustad Marasamin Harahap,S.Pd.I
Santri/Santriah Ponpes Gunung Selamat Saat Mendengarkan Tausyiah Dari Al-Ustad Marasaman Harahap,S.Pd.I

PALAS – Pondok Pesanteren Gunung
Selamat Aek Nabara Tonga Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas memperingati 10 Muharram 1438 Hijriyah,Selasa (11/10) Pukul 21.00 Wib di dalam mesjid utama pondok pesanteren.

Dalam Peringatan 10 muharram kali ini ketua panitia dan juga pengasuh ponpes gunung selamat Ustad Parmin,S.Pd.I mengundang Al-Ustad Marasaman Harahap,S.Pd.I dari Desa Lubuk Gotting dan juga salah satu tenaga pengajar di Pondok Pesanteren Gunung Selamat.

Sebelum acara dimulai para santriah dan begitu juga ustadzah sudah memasak bubur asyuro mulai dari tadi pagi hingga sore hari,yang dimana bubur asyuro ini sebagai salah satu makanan Nabi Nuh AS dan pengikutnya ketika berada di atas perahu.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Pimpinan Ponpes Gunung Selamat oleh Gusnar Hasibuan, dalam kata sambutannya Pimpinan meminta kepada Guru yang akan menyampaikan tausyiah nanti memberikan ilmu agama islam mendalam tentang menanggulangi prilaku atau sikap santri dan santriah yang sekarang sudah melenceng dari sikap seorang santri dan santriah agar kembali kepada jalan yang benar.

Dari Pantauan Korespondensi media online Apakabarsidimpuan.com, peringatan 10 Muharram di Ponpes Gunung Selamat berjalan dengan hikmah dan lancar,karena santri dan santriah banyak mendapatkan ilmu agama islam dari tausyiah ustad Marasaman Harahap,S.Pd.I tersebut.

Baca Juga :  Jalinsum Tak jadi Ditimbun Warga Tanggal Kecewa

Dalam penyampaian tausyiahnya, beliau mengatakan ” apa kaitannya bubur asyuro dengan 10 muharram?, yang dimana bubur asyuro merupakan salah satu bentuk memperingati kisah nabi Nuh AS yang selamat mendarat setelah 40 hari mengharungi banjir besar yang melanda dunia pada saat itu. ketika berada diatas perahu Nabi Nuh AS dan pengikutnya memakan bubur asyuro yang terdiri dari 10 kacang yang berbeda, sehingga bubur asyuro diartikan untuk kesejahteraan dan merupakan lambang rasa syukur manusia atas keselamatan yang diberikan Allah Swt,”ungkapnya.

Acara peringatan 10 muharram tersebut berakhir pada pukul 23:00 wib dengan dilanjutkan dengan kebersihan dalam mesjid dan pengabsenan oleh pengasuh pondok pesanteren gunung selamat sebelum kembali ke asrama masing – masing.(AEH)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 2 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*