Positif Flu Burung, Puluhan Ayam Mati Mendadak Di Kel. Napa – Angkola Selatan

5635530968949377b37112bb81e98cdbfa51e1a Positif Flu Burung, Puluhan Ayam Mati Mendadak Di Kel. Napa Angkola Selatan
Petugas menyemprot kandang ayam milik warga di Kelurahan Napa, Selasa (29/6).

Sekitar 52 ekor ayam di Kelurahan Napa, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mati mendadak. Dugaan sementara dari hasil rapid test Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pertahanan Tapsel, keseluruhan ayam yang mati mendadak sejak Minggu (27/6) lalu, positif flu burung.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan), drh Untung Suwandi, kepada METRO, Selasa (29/6) didampingi Kabid Perlindungan Hewan, Irsan Hasibuan, dan drh Hartina, mengatakan, sesuai hasil rapid test penyebab ayam-ayam mati mendadak adalah positif flu burung.

Namun, lanjut Untung, hasil rapid test bisa saja berubah jadi negatif saat diperiksa ke laboratorium di Medan. Sebab, hasil rapid test hanya bersifat uji cepat di lapangan. “Dari hasil rapid test positif avian influenza,” kata Untung.

Untung menambahkan, biasanya penyakit jenis ini menjangkiti unggas karena perubahan cuaca dan ketiadaan kandang. “Banyak penyebabnya, tapi kemungkinan besar karena perubahan cuaca atau karena ayam milik warga tidak memiliki kandang,” sebutnya.

Lebih jauh Untung mengatakan, ada beberapa antisipasi yang dilakukan oleh Distan, antara lain, melakukan penyemprotan, memilah ayam sehat dengan sakit, memberikan pengobatan kepada ayam sakit, membersihkan kandang ayam, memilah umur ayam, dan menerapkan sistem bio security (bagaimana melaksanakan upaya untuk menghindarkan bakteri atau kuman pada hewan ataupun manusia), serta segera menguburkan ayam yang mati mendadak.

“Kita akan terus pantau perkembangan ayam-ayam ini di Kelurahan Napa. Kita juga sudah laporkan ke Provinsi, selanjutnya kita imbau pemerintah setempat untuk melaporkan kejadian-kejadian serupa, agar segera mendapatkan penangangan,” katanya.

Baca Juga :  MEMBERANTAS KORUPSI CARA CHINA, itu perlu ditiru....!

Sementara itu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Angkola Selatan, Edison Ebenezer Lumbangaol, yang juga petugas Partisipatory Disease Surveilance Respons (PDSR), menuturkan, dari 52 ekor ayam milik warga umumnya mati mendadak dan untuk Kecamatan Angkola Selatan merupakan kejadian yang pertama kalinya.

“Ciri-ciri luar yang ditemukan pada ayam mati hanya kaki terkelupas dan membiru, sedangkan mulut dan hidung tidak mengeluarkan cairan putih,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tapsel, Sarmadhan Harahap Apt, yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Penyakit (PMK), dr Sri Khairunnisa, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PL), dr Ermilda Arasanti, menyebutkan, hingga kemarin belum ada ditemukan warga yang terjangkit flu burung.

“Saat kita melakukan pengecekan ke lokasi dan sosialisasi kepada masyarakat, belum ada ditemukan warga yang terindikasi terkena gejala-gejala penyakit ini. Tapi, untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, maka kita siagakan puskesmas,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyebarkan surat edaran waspada flu burung ke 18 puskesmas se-Tapsel dan kecamatan-kecamatan. Pihaknya juga menyosialisasikan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika nantinya ada yang menderita gejala-gejala demam tinggi, menggigil, atau gejala flu influenza maka untuk memastikan apakah terjangkit flu burung atau tidak, maka harus didata kembali daftar riwayatnya, apakah pernah bersentuhan dengan ayam yang mati mendadak atau dekat dengan kandang ayam yang mati mendadak tersebut, baru bisa dibuat kesimpulan.

Baca Juga :  MASYARAKAT DESA PARAN JULU MEMINTA BUPATI AGAR SEGERA COPOT KEPALA DESA DARI JABATANNYA KARENA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG JABATAN

Sementara itu, Camat Angkola Selatan, Hamdy Pulungan, didampingi Lurah Napa, Sapran Siregar, menambahkan, pihaknya sudah mengingatkan warga untuk lebih waspada dan melaporkan kejadian-kejadian yang dianggap tidak wajar, agar segera mengambil langkah antisipasi.

“Kita juga sudah sebarkan surat edaran waspada flu burung kepada seluruh warga dari 17 desa/kelurahan di Kecamatan Angkola Selatan di rumah ibadah, kedai kopi, tempat umum, dan lainnya sejak Senin (28/6) lalu,” tukasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Positif_Flu_Burung_Puluhan_Ayam_Mati_Mendadak

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*