Posko Relawan “Ganyang Malaysia” Mulai Ramai Dikunjungi

Posko Relawan Bela Negara ‘Ganyang Malaysia’ yang dibuka di halaman depan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, hari ini (31/8), ramai dikunjungi orang-orang yang mendaftarkan diri. Dari data yang terkumpul di posko, jumlah relawan yang telah terdaftar ada sebanyak 231 orang semenjak dibuka pukul 15.00 WIB.

Panglima Komando Bela Negara, Sonny P.Sasono menyatakan, dukungan dan kesiapan para relawan ini untuk membela bangsa Indonesia apabila konfrontasi militer dibutuhkan. “Kita merasa terpanggil, karena ini sudah sekian kali terjadi penghinaannya,”ujarnya saat ditemui Tempo di lokasi. Pihaknya juga tidak membatasi siapapun yang memiliki keinginan untuk mendaftar.

Sonny menyatakan, pembentukan posko ini sebagai bentuk keprihatinannya atas tindakan pemerintah yang lemah menanggapi perilaku Malaysia yang dianggap semena-mena. “Mengapa pemerintah lemah dan selalu kalah berunding dengan Malaysia? Pemerintah juga selalu normatif ketika berbicara tentang persoalan ini,”ungkapnya.

Posko pendaftaran ini rencananya akan terus dibuka hingga Lebaran. Setelah pendaftaran ditutup rencananya para relawan akan diberikan pendidikan bela negara yang sebagian besar berupa pelatihan militer dan juga pengetahuan umum.

Salah seorang relawan yang mendaftar ketika ditemui di lokasi mendukung penuh dan menyatakan siap dengan segala konsekuensinya jika memang harus berperang. “Kita sebagai negara berdaulat yang harus tentukan batas negara, jangan mau kompromi,”ujar Hikmat Sudyadinata seorang wirausaha.

Pandangan serupa disampaikan Hidayat, yang juga mendaftar di posko. “Masak pemerintah sudah dilecehkan lalu kita diam saja?” kata karyawan swasta ini.

Baca Juga :  Banyak Orang Miskin Terlupakan

Berbeda dengan Hikmah dan Hidayah, Monalisa dari organisasi massa Rakyat Bergerak memilih untuk tidak ikut serta mendaftar. “Yang harus diganyang itu SBY, karena SBY yang buat kita jadi diinjak-injak Malaysia,” katanya. Namun ia menyatakan dukungan terhadap para relawan.

Dari daftar relawan yang tercatat terlihat sebagian besar pendaftar berasal dari kalangan buruh, aktivis dan karyawan swasta. Umur relawan pun beragam dari yang berusia 20 hingga orang tua berumur 81 tahun.

Adapun untuk lokasi posko di kota besar lainnya terdapat di Taman Bungkul untuk Surabaya, Simpang Lima di Semarang, Tugu Yogya Kembali di Yogyakarta dan Universitas 45 di Makassar.

Sumber: www.tempointeraktif.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*