POSPERA TAPSEL: Desak Polres Tapsel Ungkap Penyerangan Mahasiswa di Paluta

Aliansi Mahasiswa Penyelamat Uang Negara (AMPUN) Kabupaten Padang Lawas Utara (AMPUN) mendesak Polisi Resort Tapanuli Selatan (Polres Tapsel) untuk mengusut dan menyidik aksi penyerangan sekelompok pemuda dari ormas kepemudaan  Pemuda Pancasila  Padang Lawas Utara (Paluta) dalam aksi demo massa AMPUN, pekan lalu.

Ketua Umum AMPUN, Habibi P Harahap dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, pihaknya telah melaporkan oknum anggota Pemuda Pancasila ke Polres Tapsel terkait aksi penyerangan oleh anggota PP Paluta saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Paluta, Rabu (15/4) lalu.

Atas penyerangan itu, pihaknya merasa keberatan karena unjuk rasa yang mereka lakukan bukan sembarangan, tapi sudah didahului pemberitahuan aksi kepada pihak Polres Tapsel. Surat izin pun sudah dikantongi.

“Kami sudah melaporkannya ke Polres Tapsel, karena kami merasa keberatan atas perlakuan seperti itu. Kami sudah membuat surat pemberitahuan terlebih dahulu sebelum aksi dan sudah mendapat izin dari kepolisian, buktinya kami mendapat pengamanan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan apa sebenarnya kapasitas dari PP Paluta yang melakukan penyerangan dan pembubaran paksa aksi unjuk rasa mereka saat itu. Padahal, ada pengawalan dan pengamanan dari pihak kepolisian yang dibantu oleh personil Satpol PP Paluta.

Habibi berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas atas laporan ini dan mengungkap siapa sebenarnya dalang dari penyerangan tersebut. Dikatakannya, massa yang melakukan unjuk rasa tersebut sangat kecewa dengan aksi penyerangan itu karena sepertinya oknum anggota PP tersebut tidak mengindahkan UU No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat di depan umum.

Baca Juga :  Tim 18 Harus Awasi Realisasi PNPM di Sipirok

Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP A Butar-Butar membenarkan adanya laporan dari mahasiswa yang dipukul saat melakukan aksi unras di halaman Kantor Bupati Paluta pada hari Rabu (15/4) lalu dengan nomor STPL/131/IV/2015/SU/TAPSEL yang isinya melaporkan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan di halaman kantor bupati Paluta yang diduga dilakukan oleh anggota OKP Pemuda Pancasila Paluta.

Ketua Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Tapsel Sabar M Sitompul meminta Polres Tapsel untuk mengusut kasus tersebut apalagi dilakukan ormas pemuda.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan aksi demo bila kasusnya dipeti-eskan Polres Tapsel. “Kami akan melakukan demo besar-besaran ke Paluta dengan jumlah massa yang lebih besar lagi. Kita sangat mengutuk keras perbuatan itu, diminta  kepada Porles Tapsel untuk segera mengungkap siapa aktor intelektualnya. Karena ini bukan zamannya premanisme dan tidak ada satu kelompok manapun yang kebal hukum di negara ini,” tegasnya.(wol/data2)

/KOPI-PAET

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*