Potensi Kerugian Negara di Banten Rp 1,6 Triliun

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa, menyatakan ada potensi kerugian negara hingga Rp 1,6 triliun dalam anggaran pemerintah daerah Banten. Pemeriksaan tersebut berdasarkan laporan keuangan tahun 2010-2012.

“Potensinya sekitar Rp 1,6 triliun,” kata Ali dalam acara diskusi di Hotel Borobudur, Rabu, 16 Oktober 2013. Dia mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah temuan BPK terkait dengan penganggaran infrastruktur, dana bantuan sosial, dan hibah serta penyusunan HPS yang tak cermat.

Menurut pemeriksaan BPK, ada dana sekitar Rp 44 miliar terkait pembangunan infrastruktur yang menjadi potensi kerugian negara. “Baik itu dalam proyek jalan, jembatan, ataupun sekolah,” kata Ali. Pelanggarannya, menurut dia, terkait dengan kekurangan volume dalam pengerjaan, kemahalan harga barang, dan keterlambatan pengerjaan proyek. Contohnya, kata Ali, adalah proyek pengerjaan jalan Tanjung Lesung-Sulur.

Sementara itu, potensi kerugian negara terkait dana hibah dan bansos mencapai Rp 1,1 triliun. Menurut Ali, salah satu temuan BPK adalah adanya sejumlah lembaga yang mengaku tidak pernah menerima hibah atau bansos. “Ada sekitar 197 lembaga merasa tak terima,” kata dia. Selain itu, sejumlah pemerintah kabupaten atau kota yang menerima hibah atau bansos pun tak memasukkan dana tersebut sebagai aset. Sedangkan terkait dengan penyusunan HPS yang tak cermat, ada temuan potensi kerugian negara mencapai Rp 21 miliar.

Baca Juga :  Waduh, Situasi Pangan 2011 Susah

Pasca-penangkapan adik Ratu Atut Chosiyah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Tubagus Chaeri Wardana, kinerja Gubernur Banten menjadi sorotan. Gubernur wanita pertama tersebut dituding membangun dinasti di Banten dan mengambil banyak proyek pembangunan di Banten bagi keluarganya. Salah satunya adalah proyek Sport Center Banten yang terindikasikan ada penyimpangan yang melibatkan keluarga Atut. Perusahaan milik adik ipar Atut disebutkan menjadi pelaksana pembangunan jalan dan infrastruktur proyek tersebut.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*