Potensi Pariwisata Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas)

Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Utara sesuai Undang Undang No 9 Tahun 2003 Tentang Pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara.

Sejak resmi menjadi kabupaten pada tanggal 27 Juli 2003, Humbahas terus berbenah diri. Berbagai sektor pembangunan melaju dengan cukup signifikan termasuk sektor kepariwisataan. Potensi dan peluang sektor pariwisata di Humbahas sangat menjanjikan. Bukan hanya untuk masyarakat atau pemerintah tetapi juga bagi investor yang ingin mengembangkan usaha kepariwisataan.

Humbahas terdiri dari 10 kecamatan, 143 desa dan 1 kelurahan. Penduduknya berkisar 167.000 jiwa. Jarak kabupaten ini dari Ibukota Provinsi Sumatera Utara, Medan, sekitar 284 km. Humbahas tidaklah sulit dijangkau. Setiap saat transportasi darat selalu tersedia. Transportasi udara pun telah tersedia satu kali satu hari sejak September 2010. Rute Bandara Polonia Medan-Bandara  Silangit, Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, telah dilayani pesawat berbadan lebar yaitu Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang.

Jadi, untuk mengunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan tidak ada kendala. Demikian halnya mengunjungi objek-objek wisata yang cukup menarik dan mempesona.

Di Humbahas, terdapat sedikitnya 32 objek wisata. Objek wisata tersebut sebagian besar masih perawan dan belum terjamah. Namun sebagian sudah terjual bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Hal itu sesuai penjelasan Kabid Komunikasi dan Indformatika Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan Osborn Siahaan baru-baru ini.

Menurut Osborn, objek wisata di Humbahas adalah objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Yang menjadi andalan saat ini antara lain, Objek Wisata Sipinsur. Objek Wisata Sipinsur memiliki pemandangan yang luar biasa indahnya. Sipinsur berada di atas perbukitan Desa Sipinsur, Kecamatan Paranginan. Dari bukit ini dapat dipandang keindahan Danau Toba dan terlihatlah Pulau Samosir, Pulau Sibandang, Bakara dan Ibukota Muara.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Binjai Ngamuk, Bakar Kantor dan Hancurkan Mobil

Di sini telah dibangun sarana dan prasarana kepariwisataan. Setiap tahunnya terus dibenahi. Pengunjung lokasi ini sedikitnya ribuan orang per bulan. Namun masih perlu dibangun sejenis hotel atau tempat penginapan. Ini sesuai kunjungan penulis yang berbincang-bincang dengan beberapa wisatawan yang mengaku datang dari luar daerah.

Selain pemandangannya yang sangat menarik, udaranya pun sejuk dan bersih yang membuat para pengunjung sulit melupakan Sipinsur. Lokasi ini tidak jauh dari Ibukota Humbahas, Dolok Sanggul, dan Bandara Silangit yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat.

Kemudian Bakkara. Ibukota Kecamatan Baktiraja ini sejak dahulu kala telah terkenal. Bakkara merupakan tempat bersejarah. Disinilah kita dapat melihat Istana Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja serta beberapa tempat sakral yang mengandung historis kepahlawanan Raja Sisingamangaraja.

Lokasi di sini kerap dijadikan sebagai tempat meminta berkat, tempat pemujaan, tempat memohon sesuatu termasuk kesehatan dan rejeki. Hal ini dilakukan berbagai pihak yang percaya. Yang datang ke Bakkara bukan hanya orang Batak tetapi dari berbagai daerah sering berkunjung ke Bakkara.

Bahkan dari negeri Belanda sering berkunjung dan meminta berkat ke beberapa tempat peninggalan Raja Sisingamangaraja. Objek-objek yang paling sering dikunjungi dan yang paling diminati wisatawan antara lain: Aek Sipangolu (air kehidupan), air terjun pemandian Raja Sisingamangaraja semasa hidupnya.

Hariara Tungkot (tongkat yang menjadi pohon hidup), Tombak Sulu-sulu (tempat raja bersemedi), gua tempat bertapa dan gua tempat bertenun, Aek Sitito-tio (air bersih) yaitu mata air Raja Sisingamangaraja.

Sedangkan di Kecamatan Dolok Sanggul terdapat beberapa objek wisata yang tidak kalah indahnya antara lain, pemandangan Dolok Margu. Lokasi ini sangat indah di pagi hari. Pemukiman dan pertanian penduduk terlihat indah. Dari Dolok Margu kita dapat menikmati pemandangan yang menyegarkan ke Tao (Danau) Silaban.

Baca Juga :  Pak Bupati, Tolonglah Anak Kami

Danau Silosung dan Danau Sipinggan. Danau ini memiliki mitos sejarah yang menarik. Konon danau ini tercipta karena kekuatan gaib raja-raja yang bertarung. Kini danau tersebut merupakan objek wisata yang masih perawan. Untuk membangun  lokasi ini, sangat dibutuhkan peranan investor.

Lalu, Kecamatan Parlilitan, 260 km dari Kota Medan juga memiliki daerah objek wisata yang telah terkenal. Di Sionom Hudon, Desa Pearaja, terdapat Markas Raja Sisingamangaraja, Putri Lopian dan seorang panglimanya. Dan ada pula manusia yang menjadi batu.

Selain yang diuraikan di atas, masih banyak lagi objek wisata yang berpotensi cukup besar menjanjikan bagi investor seperti air terjun yang cukup indah dan dapat dikelola sebagai pembangkit listrik tenaga air yang terdapat di beberapa kecamatan.

Demikian pula Dolok Pinapan yeng telah dilakukan penelitian bahwa bukit ini mengandung tambang emas bervolume besar. Tanah Gambut di Desa Nagasaribu Lintongnihuta, di lokasi ini dapat dibangun danau buatan untuk dibangun lokasi rekreasi.

Objek-objek wisata yang ada di Humbahas membutuhkan uluran tangan investor. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi pihak yang ingin menanamkan investasinya pada sektor pariwisata. Sebab potensi dan peluang sektor pariwisata di Humbahas sangat menjanjikan. (F Hutasoit)_(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*