Power Slaves: Lagu Kok Dieja

Band yang ngetop di tahun 90-an, Power Slaves kembali meramaikan blantika musik. Mereka pun bicara tentang iklim band zaman sekarang.

Belakangan musik Indonesia dihujani band-band pendatang baru. Tak dipungkiri 70% dari mereka mengusung aliran musik Melayu juga membawakan lagu cinta menye-menye. Hal tersebut menjadi pembahasan menarik bagi pelaku musik lawas.

Heydi, Anwar (Rachman H/detikhot)

“Lagu kok dieja. Kita sudah dininabobokan dengan sesuatu yang absurb. Sampai nggak tahu harus apa dengan lagu ini. Sekarang semua band nadanya sama, intonasinya sama, range-nya sama. Sampai fals-nya sama,” ujar Heydi Ibrahim sang vokalis ketika menyambangi studio Detikhot, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2011) sore.

Kerap kali Anwar Fatahillah sang bassis Power Slaves juga melihat band-band baru dengan peralatan super canggih. Namun dengan peralatan maksimal tersebut, ternyata si pemain justru hanya memainkan nada-nada standar. Kebanyakan anak band baru bergaya rock n roll tanpa paham benar apa itu rock n roll.

Bagi Power Slaves rock n roll adalah sebuah sikap. Hanya dengan menenteng gitar akustik dan bermodal suara, jika Anda sudah bisa bernyanyi dengan benar, rock n roll akan tumbuh sendirinya tanpa harus banyak gaya.

“Kadang mereka belum paham sama apa (alat) yang dia mainin. Mereka belum tahu apa itu rock n roll tapi bergaya seperti itu.

“Kalau saya pribadi. You can play music tanpa atribut seabreg. Tanpa sepatu Anda bisa main baik dan benar. Saya curiga apa ini main rock n roll ala bu guru sehingga dieja,” tandas Heidi.

Baca Juga :  God Bless Ingin Keluarkan Album Lagi

Band yang pernah mempopulerkan lagu ‘Malam Ini’ itu akhirnya menyikapi bermunculannya band-band baru dan musik Melayu sebagai proses. Bagi mereka, fase tersebut mungkin memang harus dialami musik Indonesia.

“Saya antara gemes dan berusaha untuk mengerti semua. Cuma ya kadang suka berkecamuk,” jelas Heidi. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*