PPK PILPRES Jatinegara, Jakarta Timur Kaget Diperintahkan Bongkar Kotak Suara hasil Pilpres

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kecamatan Jatinegara, Ismail, mengaku baru Rabu malam (30/7), di beritahu ada surat edaran dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, soal surat pembongkaran kotak suara dari sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayahnya. Ia pun langsung menjemput surat tersebut di kantor KPUD Jakarta Timur.

Kepada wartawan saat ditemui di kantor kecamatan Jatinegara, Kamis (31/7/2014), Ismail menyebutkan baru pagi ini menyadari tanggal yang tertera di surat tersebut menyebutkan bahwa hari ini juga sejumlah kotak suara yang disebutkan di surat edaran yang ia terima itu harus dibongkar.

“Saya langsung sebarkan ke petugas-petugas di kelurahan. Tapi belum semuanya saya kasih, soalnya masih ada yang di kampung, seperti kelurahan Cipinang Besar Utara, Cipinang Besar Selatan dan Cipinang Cempedak,” katanya.

Ia sengaja tidak menitipkan surat tersebut ke orang lain selain petugas di kelurahan karena khawatir instruksi pembongkaran tidak akan tersampaikan dengan baik. Hal itu tentunya akan membuat kekisruhan baru setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan pemenangnya pada 22 Juli lalu.

“Nanti kalau sembarangan dibongkar kan bisa masalah, kotak suara yang nggak perlu dibongkar malah bisa jadi ikut dibongkar,” terangnya.

Di surat edaran bernomor 70/KPU-Kota-010.328846/IV/2014, disebutkan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang kotak suaranya harus dibongkar, sesuai dengan gugatan yang diajukan pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Proses tersebut harus dihadiri pihak kepolisian, dan setelahnya harus dibuat berita acara.

Baca Juga :  Presiden: Kasus Irjen DS Ditangani KPK

Pembongkaran tersebut di lakukan untuk mengumpulkan formulir A5, formulir Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tambahan, dan formulir Daftar Pemilih Khusus (DPK), yang rencanannya akan digunakan untuk bukti di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang gugatan Prabowo – Hatta atas keputusan KPU yang memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK).

Namun di surat tersebut tidak disebutkan proses pembongkaran harus dihadiri saksi dari masing-masing pasangan peserta pemilihan presiden (pilpres) 2014. Di formulir berita acara yang diterima Ismail, tidak tertera juga bagian yang harus ditandatangani para saksi.

Di kelurahan Rawa Bunga proses pembongkaran itu sempat mendapat proses dari Budi Mulyono yang merupakan saksi dari tim Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Namun protes tersebut tidak sampai menyurutkan langkah petugas kelurahan untuk membongkar kotak suara dan menyerahkannya ke kecamatan.

Karena di surat edaran tersebut tidak disebutkan batas akhir pengumpulan dokumen-dokumen tersebut, maka Ismail juga tidak bisa memaksa petugas di kelurahan-kelurahan yang belum bisa menyerahkan dokumennya ke kecamatan hari ini.

“Mudah-mudahan Senin ini sudah selesai, soalnya kan yang mudik baru pada pulang akhir pekan ini,” tandasnya. (Sumber berita dikutip persis sama dari TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Kamis, 31 Juli 2014 23:28 WIB)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Informasi Penerimaan Anggota TNI Angkatan Udara (ex:15 April 2010)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*