Prabowo Juga Klaim Menang Pilpres Versi Quick Count

Jakarta – Prabowo Subianto mengklaim memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 ini. Hal itu disimpulkan dari sejumlah data yang masuk ke tim pemenangan, dan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang menjadi acuan koalisi Merah Putih.

“Kami bersyukur bahwa dari semua keterangan yang masuk, menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 1 kami Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat dukungan dan mandat dari rakyat Indonesia,” kata Prabowo saat berpidato di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014). Pidato itu disambut teriakan pendukungnya dan takbir.

Prabowo atas nama koalisi Merah Putih mengucapkan terimakasih atas mandat yang diberikan rakyat. Namun mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu mengaku masih menunggu data survei masuk mencapai 90 persen untuk mendeklarasikan posisi dan sikapnya.

Dia meminta semua pendukung koalisi Merah Putih dan seluruh rakyat Indonesia menjaga dan mengawal proses penghitungan suara. “Kami minta pada seluruh anggota pendukung koalisi Merah Putih dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga dan mengawal perhitungan sehingga perhitungan selesai dan penetapan dari KPU pusat,” kata Prabowo.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md, sebelumnya juga mengklaim kemenangan di kubunya. Mahfud mengungkapkan sejumlah lembaga survei pihaknya untuk menguatkan argumennya. Lembaga survei adalah LSN, IRC, JSI, dan Puskaptis.

Terkait pengumuman kemenangan dari kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla juga mengumumkan kemenangan dengan bersandar pada sejumlah lembaga survei. Mereka tidak menyebut lembaga survei yang menjadi acuan. Namun berdasar pantauan detikcom, lembagai survei itu antara lain Litbang Kompas, LSI, SMRC, dan RRI. Mahfud Md menilai hasil survei quick count ini sebagai perang cyber.

Baca Juga :  Heboh, TV One Tampilkan Quick Count Menangkan Jokowi-JK

“Kami mengganggap ini bagian perang cyber,” kata Mahfud di Jl Kertanegara, Jaksel, Rabu (9/7/2014).

Namun statemen perang cyber itu kemudian diralat oleh Sandiaga Uno yang berada di Studio TVOne sebagai ‘psywar’ atau perang urat syaraf./detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Saya yg mjagokan / mprediksi Prabowo sejak Oktober 2013, Sekiranya menang, menang tipis dan sekiranya gagal untuk lapang dada menerima, untuk ukuran di Bali Prabowo kalah, banyak hal sebagai penyebabnya, termasuk terakhir pernyataan Gede Pasek Suardika yang ada alasannya sehingga berpaling ke Jokowi-Jk, Sayang tidak ada ruang untuk mengomentari pernyataannya, Terakhir ….. siapapun Presiden kita adalah bertujuan baik untuk Indonesia dan kita dukung ber-sama2,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*