Premier League Seperti Kereta Luncur

Manajer Arsenal, Arsene Wenger berpendapat, Premier League merupakan liga paling sulit buat para manajer. Secara emosional, Premier League sering menejutkan seperti kereta luncur (rollercoaster).

Memang Premier League musim ini penuh kejutan. Klub-klub kecil memiliki kualitas dan semangat besar, hingga bisa mengalahkan klub-klub besar. Chelsea sudah merasakannya. Keunggulan 2-0 juga tak menjamin kemenangan. Arsenal mengalaminya saat menjamu Tottenham Hotspur, Sabtu (20/11/2010). Namun, mereka akhirnya kalah 2-3.

“Secara emosional, Premier League sangat sulit bagi setiap manajer. Tapi, bagi penonton, liga ini sangat menarik,” kata Wenger kepada Sky Sports News.

“Liga ini seperti komedi putar saja. Setiap tim yang memimpin klasemen dinilai sangat kuat dan solid. tapi, tiba-tiba mereka kalah dan tak seorang pun mengharapkan hasil itu,” terangnya.

Chelsea yang memimpin klasemen kalah dari Liverpool, Sunderland, dan Birmingham. Mereka masih memimpin klasemen, tapi hanya unggul selisih gol dari Manchester United. Urutan pertama sampai 9 hanya selisih 9 poin. Sehingga, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi, kompetisi masih panjang.

“Anda tak bisa menyangkal bahwa secara matematis Tottenham Hotspur dan Manchester City punya kans juara. Tentu, ini sangat mungkin, tapi juga masih banyak tim lain yang punya kans kuat. Tim lain seperti Liverpool dan Aston Villa juga tak boleh disingkirkan dari perburuan gelar,” ujarnya.

Wenger menambahkan, “Yang terpenting sekarang buat semua tim adalah konsisten.”  (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ronaldo Si Tuan Oktober

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*