Produk China Diminati Warga Padangsidimpuan

Sabtu, 23 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

105007 1234152754513 Produk China Diminati Warga PadangsidimpuanSIDIMPUAN-METRO; Pemberlakuan perdagangan bebas berdampak mulai masuknya produk China berbagai jenis di Kota Padangsidimpuan (Psp). Meski tidak signifikan, seperti produk mainan anak-anak dan hanphone (HP) serta acesoriesnya, sudah mengambil hati masyarakat.

Hamid Harahap, salah seorang pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam mainan anak-anak kepada METRO, Rabu (20/1) mengakui kalau barang dagangannya memang produk China.

“Memang dagangan saya banyak produk dari China, tetapi saya tidak tahu apa kaitannya dengan perdagangan bebas yang sering kita dengar. Yang jelas produk China varisinya cukup kreatif dan banyak macamnya, ditambah lagi harganya murah-murah,” ucapnya.

Sementara itu, Boru Nasution, salah seorang pedagang aksesoris Hp dan aksesoris perempuan di Jalan Mura Siregar sekitaran Pasar Sangkumpal Bonang mengatakan, produk yang berasal dari China memang cukup diminati masyarakat, karena harganya cukup kompetitif.

“Walapun murah, saat ini penjualan kita biasa saja, tidak ada perubahan,” ujarnya.

Sama halnya dengan pedagang balon parasut keliling bermerk made in China, Rahmat Lubis. Ia mengaku barang dagangannya didapatkan langsung dari Jakarta dengan harga yang cukup murah Rp170 ribu satu pak (50 balon), sedangkan kalau dibeli di Medan Rp250 per pak. “Kalau diecer, kami bisa menjual Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per balon, tergantung jenisnya, baik bentuk Naruto, Spiderman, Spongebob, kapal terbang, dan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sidang Dugaan Korupsi TPAPD Tapsel Rp1,59 M - 5 SPMU Diterbitkan, 3 Dicatat di Buku Kas

Salah seorang pembeli mainan anak-anak, H Nasution menjelaskan, dirinya telah membeli dua mainan robot-robotan buatan China untuk kedua anaknya. “Saya memilih produk China ini karena menurut cerita kualitasnya agak bagus dari pada buatan dalam negeri. Selain itu harganya cukup murah,” ujarnya. (mag-10)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*