Produk Seni Budaya Madina Butuh Perhatian dan Dukungan

photoJOE kurtlukalp Produk Seni Budaya Madina Butuh Perhatian dan DukunganMADINA-METRO; Keragaman seni dan budaya menunjukkan kekayaan yang dimiliki Mandailing Natal (Madina), banyak yang berpotensi.

Hanya saja, kerajinan seniman Madina kurang mendapat apresiasi atau penghargaan,  akhirnya produk daerah kurang berkenan di hati masyarakat. Akibatnya, produk kerajinan tidak bisa menopang kehidupan seniman.

Demikian disampaikan tokoh pemuda Madina yang lama berkarya di Jakarta, Muhammad Lutfan Nasution SSos saat ditemui METRO di ruangan Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Madina.

Lutfan Nasution menjelaskan, produksi seni dan budaya di Madina saat ini sangat memperihatinkan dan butuh perhatian dan dukungan untuk kelangsungan produksi itu.

Atas perhatian terhadap produk dan seni  itulah, seorang putra kabupaten Madina yang telah lama meniti karir di Ibukota ini ingin membentuk wadah Alumni Jakarta dan merintis Pasar Seni Mandailing Indonesia (Pass Madina).

Ludfan mengungkapkan, salahsatu memotivasi  pemuda yang berkarir di Jakarta membentuk wadah organisasi kemasyarakatan, karena banyak potensi Madina yang bernilai tapi saat kurang termanfaatkan karena minimnya perhatian dan pembinaan.

Sehingga, publik lebih terorientasi kepada produk luar dan melupakan produk atau seni lokal.

“Banyak sekali potensi di Madina, seperti kerajinan tangan berbahan baku lokal. Tetapi saat ini kurang tertata secara ekonomi.

Masyarakat saat ini menganggap bakat dan kerajinan sebagai  produk seni yang kurang bernilai karena tidak menjanjikan sebagai mata pencaharian utama. Berdasarkan analisa yang kami lakukan, kecenderungan pola produksi kerajinan untuk mengelola produk daerah di Madina semata-mata hanya sampingan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kualanamu Belum ‘Naik Kelas’

Lebih jauh Ludfan menggambarkan, seniman Madina hanya berkreasi di sela-sela waktu luang yang ada, semisal pada saat tidak pergi ke ladang atau sawah.

Karena produksi yang tidak berjalan baik, konsumen lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung di Madina selalu kesulitan mendapatkan produk khas Madina untuk dijadikan cenderamata.

“Selama ini belum ada lokasi dan toko khusus yang cukup populer dan familiar dalam menyediakan produk kerajinan khas Madina,” sebutnya.

Sekalipun belum tuntas soal legalitas organisasi yang akan dibentuk, Lutfan sudah mewujudkan ide tentang sentra kerajinan Madina.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Pasarkan_Kerajinan_Khas_Daerah

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*