Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun.

Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di Kecamatan Batang Natal dari sebelumnya Rp16.000 turun menjadi Rp14.000 per kg,Selain harga, produksi getah karet masyarakat kini juga mengalami penurunan drastis hingga 50 – 70%.

“Hujan dalam sepekan terakhir ini benar-benar telah membuat produksi petani karet di daerah ini menurun drastis, karena para petani karet kebanyakan tidak bias menderes dengan cuaca seperti ini” ujar Sahruddin, salah seorang pedagang pengumpul kepada Berita, di Kelurahan Kota Siantar.

Dijelaskannya, karena musim penghujan saat ini, kadar air getah karet yang dijual petani menjadi lebih tinggi, dan inilah yang menyebabkan harganya menjadi turun.

Soleh Nasution (43), petani karet mengakui satu minggu ini hanya dua kali saja menderes karetnya, itu pun banyak getah hasil deresan yang terbawa oleh air hujan sehingga menurunkan produksinya.

“Biasa kalau musim penghujan, apalagi curah hujan dalam sepekan terakhir cukup tinggi terpaksa saya tidak menderes, kalaupun kita deres bisa mengakibatkan rusaknya pohon karet. Jadi mau tidak mau ditunggu pas waktu tidak hujan, itupun selesai di deres harus langsung disimpan menghindari agar tidak terbawa air hujan. Tidak seperti selama ini dibiarkan dalam beberapa hari baru kita simpan seterusnya dijual,” ujarnya yang mengakui hasil produksinya turun hingga 70%.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok di Madina Melonjak

Sementara dari pantauan Berita di pasar lelang karet di Gunungtua, biasa dalam satu minggu bisa mengeluarkan 2 – 3 ton karet, namun saat ini hanya berkisar 1 ton saja.

“Kalau kita kalkulasikan dari seluruh pengumpul hasil getah karet pada minggu ini hanya berkisar 1 ton saja, padahal kalau cuaca lagi bagus bisa mencapai 3 ton. Ini karena musim hujan, banyak petani karet tidak menderes,” ujar Oji Nasution salah seorang pedagang penampung di sana .(beritasore.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*